Orang Tua Buru Perlengkapan Sekolah Jelang Tahun Ajaran Baru

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Orang tua siswa mulai berburu berbagai perlengkapan sekolah, salah satunya adalah seragam. Permintaan seragam sekolah di Kota Malang meningkat signifikan seiring semakin dekatnya tahun ajaran baru 2026/2027.
Pedagang seragam di Pasar Besar Kota Malang Helda Djunaidi mengatakan pesanan dari sekolah sudah diterimanya jauh sebelum tahun ajaran baru dimulai. Bahkan, proses produksi telah berlangsung sejak Oktober tahun sebelumnya agar seluruh pesanan dapat terpenuhi tepat waktu.
“Pesanan sekolah biasanya kami selesaikan pada September. Setelah itu mulai produksi lagi pada Oktober untuk pengiriman berikutnya. Kami tidak hanya melayani sekolah di Kota Malang, tetapi juga pesanan dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Helda kepada Reporter City Guide FM, Kamis (2/7/2026).
Baca juga:
Pemkot Malang Bakal Keluarkan SE, Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Ia mengatakan pesanan dari satu sekolah dapat mencapai 4.000 hingga 5.000 potong seragam, tergantung jumlah siswa. Sementara untuk penjualan eceran, pembeli didominasi orang tua siswa TK dan SD yang akan memasuki jenjang pendidikan baru.
Helda mengatakan tokonya menyediakan berbagai jenis seragam, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, madrasah, hingga pondok pesantren. Selain itu, tersedia pula seragam Pramuka, batik sekolah, dan berbagai atribut pelengkap.
Untuk harga eceran, satu set seragam SD kelas 1 laki-laki umumnya seharga Rp160 ribuan, sedangkan seragam perempuan sekitar Rp170 ribuan, tergantung ukuran. Sementara atasan seragam lengan pendek seharga mulai Rp74 ribu dan lengan panjang sekitar Rp80 ribu.
Salah seorang pembeli, Suci Mas’ulla, warga Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, mengaku mengalokasikan anggaran lebih dari Rp500 ribu untuk kebutuhan sekolah anaknya yang akan masuk kelas 1 di SDN Kematren, Jabung.
“Dari sekolah hanya mendapat seragam olahraga. Jadi saya membeli sendiri seragam merah putih, Pramuka, kerudung, dan kaus kaki. Lebih memilih membeli seragam jadi karena lebih praktis,” ungkapnya.
Editor: Intan Refa




