Idjen Talk

Menghidupkan Kembali Semangat Pramuka

Idjen Talk edisi 14 Agustus 2026," Pramuka dan Jiwa Kepemimpinan"
Idjen Talk edisi 14 Agustus 2026,” Pramuka dan Jiwa Kepemimpinan”

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Hari Pramuka ke-65 tahun ini, meski popularitasnya tidak seperti dulu, masih banyak generasi muda yang bergerak aktif di Pramuka. Media sosial memang berhasil mencuri waktu anak-anak muda dari kegiatan keorganisasian. Alih-alih melihatnya sebagai ancaman, Bendaraha Dewan Kerja Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Malang Reyhan Ainul Rochim Nur Widya berpendapat anggotanya juga harus ikut masuk ke dunia digital.

Contohnya seperti membuat konten-konten kreatif, edukatif dan relevan dengan anak muda. Serta menyebarkan segala kegiatan kepramukaan. Sehingga, anak-anak muda tidak lagi menganggap organisasi ini identik dengan berpanas-panasan, baris-berbaris, kemah, api unggun dan sejenisnya. Tapi juga ada nilai kebersamaan, kekompakan, kerja sama, kepemimpinan dan beberapa soft skills lain yang berguna untuk kehidupan.

“Ini sebetulnya ada peningkatan jumlah anggota, salah satunya dari Pramuka Garuda. Dari tahun 2023 hanya 1.000, 2024 jadi 1.500. Naik terus signifikan di tahun 2026 ini hampir 2.000 yang mengikuti Pramuka Garuda. Jadi anggotanya masih meningkat dengan value-value tadi. Namun memang jadi catatan ada beberapa Kwarran (Kwartir Ranting tingkat kecamatan) mulai menurun. Itu kami masih cari solusi dan menjaring bagaimana Pramuka ini lebih aktif,” terangnya.

Kata Reyhan, kegiatan kepramukaan akan mengajarkan para anggotanya beberapa kemampuan atau soft skills penting. Seperti disiplin waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, berani berkomunikasi, mampu bekerja sama dalam tim, memecahkan masalah, berani mengambil keputusan, sampai menghadapi situasi yang sulit.

Baca juga:

Pramuka di Zaman Gen Z, Masih Relevan?

Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Malang Amarta Faza ST MSos memaknai Hari Pramuka ke-65 sebagai wadah pendidikan karakter generasi muda. Ia punya ambisi mengambil peran menuju Generasi Emas 2045.

“Ada beberapa program dari Kwarcab yang harapannya bisa men-support pendidikan karakter di Kabupaten Malang. Mulai dari pembinaan anggota dewasa dan muda, seleksi dan pembinaan anggota Pramuka Garuda. Kemudian kita memberangkatkan kontingen Jamnas (Jambore Nasional), terus yang akan datang kita ada kegiatan Raimuna,” jelas Faza.

Apalagi Kabupaten Malang memiliki bentang alam yang memikat, juga menjadi satu fokusnya membawa identitas kepanduan ini sebagai penjaga dan pecinta alam. Beragam kegiatan positif seperti bersih-bersih sungai dan pantai maupun penanaman pohon mampu menajamkan kepekaan terhadap lingkungan.

“Kita melihat Pemkab Malang cukup support dengan kegiatan kepramukaan. Setiap tahun Pemkab Malang memberikan support pendanaan untuk Kwarcag, seperti event-event kepramukaan itu Pak Bupati selalu hadir. Begitu juga fasilitasi lewat aset pemerintah untuk mens-support,” lanjutnya.

Secara garis besar, Pramuka masih akan tetap relevan karena para anggota akan ditempa dengan berbagai kegiatan yang berkontribusi positif terhadap masyarakat maupun negara. (WL)

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x