Ekonomi dan Bisnis

Koperasi Mergo Makmur Mandiri Brau Naikkan Harga Beli Susu

Sentra susu sapi Dusun Brau, Desa Gunungsari, Bumiaji. (Foto: Asrur Rodzi)
Sentra susu sapi Dusun Brau, Desa Gunungsari, Bumiaji. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE, KOTA BATU – Koperasi Mergo Makmur Mandiri yang beroperasi di Dusun Brau, Desa Gunungsari Bumiaji resmi menaikkan harga beli susu di tingkat peternak. Ketua Koperasi Mergo Makmur Mandiri Muhammad Munir menjelaskan bahwa harga beli susu yang awalnya Rp7.600 hingga Rp7.700 per liter, kini menjadi Rp8.000 per liter.

Menurut Munir, penyesuaian harga ini bukan disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar dolar terhadap rupiah. Kebijakan ini murni adanya tambahan harga atau insentif dari Industri Pengolahan Susu (IPS) yang menjadi mitra utama koperasi selama ini.

Munir menambahkan, pihak koperasi sengaja langsung meneruskan kebijakan kenaikan harga dari pabrik ini kepada seluruh anggotanya. Agar para peternak langsung merasakan dampak ekonominya di tengah situasi harga kebutuhan pokok yang juga dinamis.

“Makanya dengan adanya kenaikan ini, otomatis kita berikan juga ke anggota kita, ke peternak kita. Biar peternak juga semangat, tambah semangat,” tuturnya.

Dusun Brau sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung susu segar terbesar di Kota Batu. Mayoritas perputaran ekonomi di kawasan dataran tinggi ini sangat bergantung pada hasil produksi susu sapi setiap harinya. Dengan adanya kenaikan harga beli ini, koperasi berharap kualitas susu yang dihasilkan peternak juga dapat terus terjaga dengan baik.

Sentra susu sapi Brau jadi pemasok di SPPG

Koperasi Mergo Makmur Mandiri pasok susu di SPPG. (Foto: Asrur Rodzi)
Koperasi Mergo Makmur Mandiri pasok susu di SPPG. (Foto: Asrur Rodzi)

Koperasi Mergo Makmur Mandiri juga menjadi penyuplai utama produk susu pasturisasi siap konsumsi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam menjalankan program ini, koperasi telah menjalin kemitraan dengan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

“Kita kurang lebih ada sekitar 10 dapur atau SPPG yang kerja sama dengan koperasi di Brau,” jelas Munir.

Munir mengungkapkan bahwa produk susu yang disalurkan dikemas dalam bentuk cup ukuran 115 mililiter. Secara umum, distribusi produk susu pasturisasi mereka telah meluas ke berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Dari 10 SPPG yang bermitra, sebarannya mencakup wilayah Malang Raya hingga beberapa daerah di pantai utara (pantura) Jawa Timur. Pola pengirimannya secara berkala sesuai dengan jadwal menu nutrisi harian oleh masing-masing SPPG.

“Kota Batu ada dua dapur, terus Kabupaten Malang itu ada sekitar lima dapur, terus Kota Malang dua dapur. Kita masuk Surabaya, Gresik, Lamongan, Mojokerto juga,” paparnya.

Sayangnya di Kota Batu baru 2 SPPG dari 25 SPPG yang bekerjasama dengan koperasi ini. Volume permintaan dari SPPG relatif besar dan fluktuatif setiap minggunya. Hal ini membuat aktivitas produksi pengolahan susu di koperasi terus berjalan intensif agar pasokan gizi anak-anak sekolah tetap terpenuhi.

“Produksi rata-rata per minggu ya sekitar 40.000 cup,” tutup Munir.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x