Fordewi Kota Batu Harap Mikutopia Bermitra dengan UMKM Desa

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Kehadiran destinasi wisata berskala besar, Mikutopia, yang berdiri di atas lahan sekitar 9 hektare membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat setempat. Di satu sisi, geliat wisata dapat meningkatkan kunjungan. Namun di sisi lain, pelaku usaha lokal berpotensi tertinggal jika tidak mampu masuk dalam ekosistem wisata yang berkembang.
Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu mulai mengambil langkah strategis dengan mendorong keterlibatan UMKM desa dalam rantai ekonomi wisata. Ketua Fordewi Kota Batu Mochammad Dadi menjelaskan bahwa pihaknya akan memfasilitasi produk UMKM agar bisa dipasarkan di dalam kawasan wisata melalui skema kerja sama dengan BUMDes Tulungrejo.
“Kami ingin manfaat ekonomi dari objek wisata besar ini bisa terasa secara merata. Produk UMKM dan paket desa wisata akan difasilitasi masuk, tetapi tetap melalui proses kurasi agar kualitasnya terjaga,” ujarnya.
Melalui skema ini, BUMDes akan berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha lokal dengan pengelola wisata. Sehingga akses pasar bagi UMKM menjadi lebih terbuka.
Meski demikian, proses integrasi tersebut masih dalam tahap awal. Perwakilan Pokdarwis Tulungrejo, Arochman Mustofa, menyebut keterlibatan warga saat ini masih sebatas penataan awal atau “toto-toto”. Ia mengakui, biaya untuk masuk ke dalam ekosistem wisata skala besar kerap menjadi kendala.
“Harapannya tentu ada produk warga lokal yang bisa dijual di sana. Saat ini dampaknya baru terasa di sektor jasa seperti parkir warga, ojek, dan shuttle wisata. Untuk UMKM, masih dalam proses penjajakan,” jelasnya.
Dengan adanya fasilitasi dari Fordewi dan dukungan BUMDes, harapannya pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah berkembangnya industri pariwisata. Tetapi juga mengambil peran aktif sekaligus menjaga identitas ekonomi desa.
Editor: Intan Refa



