Awas! Burn Out Bisa Picu Penyakit Jantung

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Burn out atau kelelahan akibat tekanan pekerjaan lambat laun akan mempengaruhi kesehatan jantung. Dokter Spesialis Jantung RS Universitas Brawijaya dr Astrid Pramudya SpJP menjelaskan stres pekerjaan memicu respon tubuh mengeluarkan hormon stres (adrenalin dan kortisol).
“Jadi, tubuh kita punya namanya fight or flight response. Tubuh akan mengaktifkan respon sesuai dengan situasi yang terjadi. Kalau misalnya, kita sudah out banget, sudah bosan sama kerjaan, terus kita menganggap pekerjaan ini sebagai suatu ancaman atau tekanan, maka kita akan mengaktifkan respon tersebut. Denyut jantungnya meningkat, tekanan darahnya juga meningkat, tubuh akan mengeluarkan hormon-hormon stres yang disebut sebagai adrenalin maupun kortisol,” terangnya.
Jika stres akibat burn out ini terus berkepanjangan, tubuh juga akan terus menerus dalam kondisi siaga. Ujung-ujungnya, tekanan darah akan terus naik, mengalami gangguan tidur, perubahan metabolisme tubuh yang akan memperbesar risiko penyakit jantung. Bahkan kemungkinan paling buruk adalah kematian jantung mendadak atau sudden cardiac death.
Simak di sini:
Ia sering menerima pasien gangguan kesehatan jantung yang disebabkan oleh pekerjaan. Umumnya berkaitan dengan ritme kerja, beban kerja, hingga lingkungan kerja toxic. Berbagai faktor ini yang memicu munculnya burn out, sehingga tidak sempat melakukan kegiatan yang sehat atau bermanfaat.
Bertepatan di Hari Jantung Sedunia ini, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) menebarkan misi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif melalui Klub Jantung Sehat (KJS). Ketua YJI Malang Raya Hanik Didik Gatot Subroto mengatakan KJS ini tersebar di seluruh desa atau kelurahan.
“Jadi sesuai misi Yayasan Jantung bahwa kita harus menjadi agen perubahan untuk menjadikan masyarakat bergaya hidup sehat lewat kader-kader kami. Mulai menjaga keesimbangan gizi, kemudian mengontrol tekanan darah, menghindari rokok termasuk menghindari stres,” kata Hanik.
Baca juga:
Ratusan Siswa SD Kota Batu Jalani Skrining Penyakit Jantung Rematik
Salah satu kampanyenya adalah senam jantung mulai seri 1 sampai seri 6. Gerakan-gerakan ringan dan sederhana tersebut harapannya agar tekanan kerja para pekerja akan sedikit berkurang.
“Sayangnya para pekerja belum banyak bergabung ke Yayasan Jantung. Yang banyak bergabung adalah para purnawirawan, pensiunan,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Hanik menegaskan bahwa YJI terbuka bagi anggota yang hendak bergabung dari segala usia. Ada klub jantung sehat remaja di rentang usia SMP, SMA dan seterusnya. Serta klub jantung ada usia produktif dan usia lansia. Tidak terbatas pada penyintas penyakit atau serangan jantung. (WL)





