Pendidikan

17 Ribu Camaba UB Jalani Skrining Kesehatan Mental

Calon mahasiswa UB selesai mengisi kuesioner skrining kesehatan mental. (Foto: Istimewa)
Calon mahasiswa UB selesai mengisi kuesioner skrining kesehatan mental. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Untuk pertama kalinya, Universitas Brawijaya (UB) melangsungkan skrining kesehatan mental secara serentak terhadap 17 ribu calon mahasiswa baru. Pemeriksaan di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit ini berlangsung pada 3-7 Agustus 2026, selama rangkaian masa penerimaan mahasiswa baru.

Koordinator Psikologi Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental UB Dian Sudiono Putri mengatakan skrining ini sebagai langkah awal untuk mendeteksi persoalan psikologis sejak mahasiswa memasuki perkuliahan. Sekaligus menyiapkan pendampingan apabila ditemukan indikasi membutuhkan bantuan.

“Sebelumnya mungkin pernah dilaksanakan, tetapi tidak secara serentak seperti sekarang. Kali ini menjadi agenda perdana yang dilaksanakan serentak, karena mereka harus hadir langsung di kampus dan menjadi bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru,” kata Dian, Selasa (4/8/2026).

Baca juga:

Wahyu Akan Panggil Forum Rektor Bahas Kesehatan Mental

Menurut Dian, skrining ini akan menjadi pijakan awal bagi kampus untuk memantau perubahan kondisi mahasiswa selama menjalani masa studi. Sebab, kondisi psikologis seseorang tidak selalu tetap.

Mahasiswa yang berada dalam kondisi baik pada semester awal, bisa saja mengalami tekanan ketika memasuki semester pertengahan. Mungkin akibat tuntutan akademik, lingkungan sosial, maupun proses adaptasi.

“Bisa saja kondisi mahasiswa di semester awal baik, tetapi menurun di semester pertengahan. Pihak kampus ingin menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental mahasiswa sejak dini,” ujarnya.

Skrining dilakukan dengan cara mengisi kuesioner oleh peserta yang bersangkutan. Selama pengisian, peserta akan didampingi panitia mahasiswa. Mereka diminta menjawab setiap pertanyaan secara jujur karena hasil skrining akan menjadi data awal bagi kampus dalam menentukan kebutuhan pendampingan.

“Seluruh jawaban bersifat rahasia dan tidak ada istilah benar atau salah. Hasil tes ini bukan untuk membeda-bedakan mahasiswa, melainkan agar kampus memiliki data awal untuk memberikan pendampingan jika diperlukan,” katanya.

Pihaknya berencana melakukan pemeriksaan kesehatan mental secara berkala yakni setiap semester atau enam bulan sekali. Ana, calon mahasiswa Fakultas Kedokteran UB berharap skrining tidak berhenti pada pengumpulan data. Menurut Ana, kampus perlu memastikan tersedianya akses intervensi serta layanan psikologis dan medis yang cepat. Sehingga mahasiswa tidak harus menunggu terlalu lama ketika menghadapi persoalan kesehatan mental.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x