Ziarah Makam, Nurochman dan Heli Doakan Wali Kota Batu Terdahulu

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Usai menziarahi makam Mbah Batu, Wali Kota Batu Nurochman selanjutnya memimpin ziarah ke makam sejumlah pemimpin terdahulu pada Kamis (15/10/2026). Antara lain makam Wali Kota Pertama Kota Batu Imam Kabul dan Eddy Rumpoko, yang memimpin selama dua periode pada 2007–2017. Kegiatan ini menjadi bagian dari penghormatan terhadap tokoh yang pernah memimpin Kota Batu sejak berdiri sebagai daerah otonom pada tahun 2001.
“Pagi hari ini, kita berkesempatan ziarah ke makam Bapak Dr H Imam Kabul, Wali Kota Batu periode 2002–2007. Ini sebagai bentuk upaya kami melakukan penghormatan, memuliakan, dan memberikan apresiasi atas jasa-jasa beliau, atas pengorbanan untuk Kota Batu. Serta atas pemikiran dan upaya perjuangan di dalam meletakkan dasar pemerintahan Kota Batu,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.
Ziarah pertama adalah ke makam alm Imam Kabul di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samaan, Kota Malang. Ia berdoa dan menabur bunga bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, serta keluarga almarhum.
Baca juga:
Refleksi Hari Jadi Kota Batu, Nurochman Ziarahi Makam Mbah Batu
Imam Kabul menjabat sebagai wali kota pada 25 November 2002 dengan Wakil Wali Kota Muhammad Khudhori dan memimpin hingga meninggal dunia pada 26 Agustus 2007. Setelah dari makam Imam Kabul, rombongan melanjutkan ziarah ke makam Eddy Rumpoko di Pesanggrahan, Kota Batu.
Eddy merupakan wali kota yang memimpin pada periode 2007–2012 dan 2012–2017. Masing-masing bersama wakil yang berbeda yakni Budiono dan Punjul Santoso. Dalam masa kepemimpinannya, pengembangan pariwisata menjadi salah satu ciri pemerintahan Eddy.
Mulai dari pengembangan destinasi wisata buatan dan penataan Alun-alun Kota Batu ikut membentuk wajah kota sebagai tujuan wisata. Perkembangan itu kemudian mengundang kunjungan kunjungan wisatawan yang terus meningkat.
Namun, pada September 2017, KPK RI menangkapnya dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Perkara tersebut berujung pada vonis pidana terhadap Eddy pada 2018.
Eddy meninggal dunia pada 30 November 2023 ketika masih menjalani masa hukuman di Lapas Kelas I Semarang. Jenazahnya sempat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Untung Suropati Kota Batu, sebelum dipindahkan ke pemakaman keluarga di Desa Pesanggrahan pada Agustus 2024.
Selain makam kedua mantan wali kota tersebut, rombongan juga berziarah ke makam para pimpinan legislatif yang telah wafat.
Cak Nur menyatakan jajaran pemerintahan saat ini berkomitmen meneruskan gagasan para pendahulu yang masih relevan bagi pembangunan daerah. Menurutnya, perjalanan pemerintahan merupakan proses yang berkesinambungan antargenerasi kepemimpinan.
Editor: Intan Refa





