Wali Kota Batu Nurochman Gagas Konsep Kota Bernuansa Desa

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Wali Kota Batu Nurochman menggagas konsep Kota Bernuansa Desa sebagai arah pembangunan yang baru. Gagasan ini ia ungkapkan dalam sarasehan Pokja Peningkatan Status Kota Batu pada Selasa (13/10/2026) di Graha Pancasila Among Tani Kota Batu.
“Sebelum kota wisata, ketika era Bapak H Imam Kabul disebutlah Kota Batu sebagai Agropolitan, maka diwujudkan ada Agropolitan Televisi. Kemudian bergeser di era Pak Eddy Rumpoko menjadi Kota Wisata Batu, diteruskan oleh Ibu Dewanti dan ada masa-masa transisi dari Penjabat Wali Kota,” kata Cak Nur.
Artinya ada perubahan orientasi pembangunan daerah, dari semula agropolitan menjadi kota wisata. Maka selanjutnya, Kota Bernuansa Desa menjadi pijakan baru yang menghubungkan potensi pertanian, lingkungan, dan pariwisata.
Baca juga:
Kaji Gastronomi Kota Batu, Sejarah Pengaruhi Karakter Pangan Lokal
Ia mengatakan, visi misi Batu SAE berupaya menggabungkan potensi agropolitan dengan pariwisata. Tantangannya adalah mengelola kedua sektor tersebut di tengah perkembangan teknologi, investasi, dan industri kreatif.
“Ini yang sesungguhnya menjadi pemikiran kami. Kami memotret bahwa ada potensi pertanian yang sangat luar biasa, ada potensi landscape Kota Batu sebagai anugerah terindah,” ujarnya.
Ia sepakat perkembangan industri wisata dan pelaku usaha kreatif tetap perlu mendapat ruang. Namun, harus disertai pengendalian pemanfaatan lahan dan perlindungan lingkungan.
“Bagaimana pengendalian alih fungsi lahan, kita harus bicara itu, faktanya memang ada. Bagaimana kemudian peran pemerintah melakukan monitoring terhadap kondisi-kondisi yang ada,” katanya.
Nurochman menegaskan sarasehan ini menjadi ruang evaluasi kebijakan pembangunan, termasuk melalui kritik dari masyarakat dan pemerhati Kota Batu. Ia menyatakan pemerintah terbuka terhadap masukan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.
“Karena bagi kami, tidak mungkin sebuah kota ini kemudian tumbuh berkembang tanpa dilandasi oleh jati diri dan pikiran-pikiran baik,” ujar Cak Nur.
Editor: Intan Refa




