Idjen Talk

Siap-siap Penutupan Akses Jalan Bendungan Lahor

Idjen Talk edisi 6 Juli 2026,"Siap-siap Penutupan Akses Jalan Bendungan Lahor".
Idjen Talk edisi 6 Juli 2026,”Siap-siap Penutupan Akses Jalan Bendungan Lahor”.

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Per 1 Agustus 2026 nanti, akses jalan melintasi Bendungan Lahor akan ditutup bagi kendaraan roda empat. Informasi ini disampaikan oleh Sekretaris Perum Jasa Tirta I Ir Erwando Rachmadi ST MSc IPU.

Usia bendungan yang telah lebih dari 50 tahun, menjadi satu pertimbangan penutupan ini. Sebab kata Erwando, jalan di sana bukanlah jalan umum. Melainkan jalan inspeksi untuk operasional dan pemeliharaan bendungan.

“Ini sejalan dengan keputusan Kementerian Pekerjaan Umum bahwa Bendungan Lahor menjadi objek vital nasional. Sehingga aspek pengamanan dan keberlanjutan fungsi ini harus menjadi prioritas utama. Kemudian sesuai arahan dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) yang mana fungsi puncak bendungan bukanlah jalan umum. Secara teknis hal ini perlu kami lakukan, untuk mengurangi lalu lintas berulang, mencegah potensi kerusakan dan memastikan operasional pemeliharaan berjalan lancar,” paparnya.

Kendati demikian, ada pengecualian sejumlah kendaraan. Antara lain kendaraan roda dua, mobil operasional bendunga, mobil ambulans dan mobil kepolisian boleh melintas.

Baca juga:

Solusi Pro Kontra Portal Bendungan Lahor

Dengan demikian, arus seluruh kendaraan roda empat akan beralih ke jalan arteri Malang-Blitar. Kemungkinan dampak yang akan terjadi adalah penumpukan volume kendaraan, waktu tempuh lebih lama dan risiko kemacetan.

Lebih lanjut, pihaknya terus menjalin koordinasi, baik dengan Pemerintah Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Khususnya terkait detail teknis penutupan dan perambuan.

Bahkan risiko kecelakaan bisa akan meningkat melihat jalur tersebut memiliki banyak tanjakan, turunan, tikungan dan bercampur dengan kendaraan berat. Menyikapi hal tersebut, KBO Satlantas Polres Malang Ipda Nur Adnan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi internal.

“Kita akan memaksimalkan anggota, terutama di Sumberpucung. Manakala terjadi crowded, baik karena kemacetan atau kecelakaan bisa secepatnya turun,” jelas Adnan.

Sementara itu, melihat efek yang akan timbul dari perubahan ini Kepala Laboratorium Transportasi dan Penginderaan Jarak Jauh Universitas Brawijaya Hendi Bowoputro memandang perlu ada audit keselamatan jalan, survei kondisi jalan dan penambahan fasilitas keselamatan sebelum menerapkan pengalihan arus.

“Perlu juga mitigasi kerawanan kecelakaan. Sehingga kalaupun sudah beroperasi dan masyarakat lewat sana itu merasa aman dan nyaman. Sebab dengan kontur medannya seperti itu, memang cukup rawan,” sarannya. (WL)

Simak di sini:

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x