Rupiah Melemah, Kadiskopindag Kota Malang Sebut Dampaknya Belum Terasa

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Tak dipungkiri, kurs rupiah yang terus melemah terhadap dollar hingga menembus Rp17.656 membuat masyarakat gelisah. Namun, Pemerintah Kota Malang menilai dampak fluktuasi ini belum begitu terasa secara luas oleh masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan normal. Karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari di Kota Malang tidak bergantung pada skema ekspor-impor.
“Kalau melihat perputaran ekonomi dan kebutuhan masyarakat sampai hari ini yang tidak terkait barang ekspor-impor, saya kira masih normal. Kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok di Malang masih relatif aman,” kata Eko.
Meski demikian, ia mengakui sejumlah komoditas impor berpotensi mengalami kenaikan harga. Salah satunya kedelai yang menjadi bahan baku utama tempe dan produk turunannya.
Kondisi ini berpotensi menambah beban biaya produksi pelaku usaha kecil. Terutama industri olahan tempe seperti pengrajin keripik tempe maupun pedagang makanan berbahan dasar kedelai.
“Kalau kedelai impor tentu akan berpengaruh. Biasanya harga akan ada kenaikan karena nilai tukar dolar,” ujarnya.
Meski begitu, pihaknya mengaku tidak cukup leluasa memberikan intervensi terhadap komoditas impor. Sebab, mekanisme harga sangat dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat serta dinamika pasar global.
“Yang bisa dilakukan adalah bagaimana kita bijak memanfaatkan barang-barang impor. Terutama untuk usaha kecil yang bergantung pada bahan baku seperti kedelai,” ucapnya.
Ia menilai sejauh ini konsumsi tempe di Kota Malang masih relatif stabil.
Editor: Intan Refa




