Puluhan Siswa Sekolah Rakyat Kota Malang Mengundurkan Diri

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Puluhan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang mengundurkan diri, karena tidak sanggup menjalani disiplin di lingkungan asrama. Kuota awal peserta didik SRMP di Kota Malang sebanyak 100 siswa. Saat ini tinggal tersisa 89 siswa yang bertahan.
Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Malang Kenprabandari Aprilia mengungkapkan 89 siswa yang masih aktif itu, terdiri dari 50 siswi dan 39 siswa. Mereka seluruhnya merupakan warga Kota Malang yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
“Kami awalnya ada 100 siswa. Namun, sejumlah anak mengundurkan diri karena tidak terbiasa dengan masa transisi dari rumah menuju asrama. Pasti ada semacam gejolak, mereka merasa tidak sanggup dengan disiplin di sini, harus salat bersama, bangun pagi, dan hidup mandiri. Mereka yang biasa dimanjakan orang tua di rumah kerap tidak kuat,” ujar Kenprabandari, kepada reporter City Guide FM, Jumat (7/8/2026).
Namun, Kenprabandari menegaskan tidak tinggal diam. Setiap kali ada siswa yang hendak mundur, tim yang terdiri dari psikolog mendatangi rumah siswa dan orang tua untuk melakukan pendampingan serta pendekatan intensif.
“Ada yang berhasil kami bujuk dan akhirnya kembali bergabung, tetapi ada pula yang tetap pada keputusannya. Untungnya, peminat program ini sangat banyak, sehingga kami bisa langsung mengganti dengan calon siswa dari daftar tunggu,” tambahnya.
Fluktuasi peserta sempat membuat jumlah siswa anjlok hingga menyentuh angka 80-an. Namun, setelah melalui proses penggantian dan pendampingan, jumlah tersebut perlahan naik dan kini tercatat 89 siswa. Bahkan, baru-baru ini satu siswa baru kembali masuk menggantikan posisi yang kosong.
Editor: Intan Refa





