Kemendikdasmen Tuntas Revitalisasi Tiga Sekolah di Kota Batu

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Tiga sekolah di Kota Batu akhirnya selesai direvitalisasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Antara lain SMP Muhammadiyah 8 Batu, TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 2 dan SMK Muhammadiyah 1 Batu.
Renovaasinya mencakup pembangunan dan perbaikan sejumlah fasilitas pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan revitalisasi sekolah tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta.
“Tahun ini kita akan melakukan revitalisasi secara keseluruhan itu 71.744 sekolah, itu untuk semua ya, sekolah negeri dan swasta,” ujar Abdul Mu’ti usai peresmian revitalisasi pada Minggu (20/9/2026).
Baca juga:
Pemkot Batu Tinjau Ulang Renovasi 3 Sekolah yang Mandek
Menurut Abdul Mu’ti, jumlah tersebut merupakan perluasan dari target awal program revitalisasi. Sebelumnya terdapat 11.744 satuan pendidikan yang telah memiliki alokasi anggaran, sementara 60 ribu satuan pendidikan lainnya masuk dalam rencana perluasan program.
“Prioritasnya itu untuk sekolah yang terdampak bencana, terutama di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, NTT, dan daerah lain. Kemudian sekolah di daerah 3T dan sekolah yang rusak berat. Itu yang jadi prioritas kami untuk tahun 2026 ini,” jelasnya.
Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu Windra Rizkyana mengatakan sekolahnya memperoleh dana revitalisasi sebesar Rp747 juta dari anggaran tahun 2025. Pembangunan dimulai pada September 2025 dan selesai pada Desember 2025.
“Kami tahun 2025 mendapat revit sebesar Rp747 juta, itu berupa satu ruang kelas dan tiga paket toilet,” kata Windra.
Baca juga:
Pemkot Malang Ajukan Revitalisasi Puluhan Sekolah Rusak
Windra mengatakan penetapan sekolah penerima bantuan dilakukan berdasarkan sistem pendataan pendidikan, bukan penunjukan manual.
“Semuanya by system, dasarnya adalah Dapodik,” ujarnya.
Dapodik merupakan Data Pokok Pendidikan yang berisi data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik, dan sejumlah informasi pendidikan lainnya. Terkait penggunaan anggaran, pihaknya mendapat pendampingan selama proses revitalisasi.
“Kami mendapat pendampingan oleh fasilitator dari daerah. Ada dari Dinas Pendidikan, ada juga dari provinsi, bahkan dari Inspektorat dari pusat. Mereka selalu mengawal kami mulai dari perencanaan, pembangunan, sampai pelaporan finalisasi,” katanya.
Secara nasional, Kemendikdasmen mencatat program revitalisasi 2025 telah memperbaiki 16.167 sekolah dengan total anggaran Rp16,9 triliun.





