Pemerintahan

Proyek Pedestrian di Jalan Abdul Gani Kota Batu Dimulai

Jalan Abdul Gani, Kota Batu. (Asrur Rodzi)
Jalan Abdul Gani, Kota Batu. (Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mengerjakan pembangunan pedestrian di Jalan Abdul Ghani yang masuk ke dalam Proyek Strategis Daerah (PSD). Kepala Dinas PUPR Kota Batu Esti Dwiastuti mengatakan kontrak pembangunan pedestrian tersebut telah ditandatangani sejak 31 Juli 2026.

Setelah melalui tahap pembersihan lahan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, pengerjaan fisik mulai dilakukan pada pertengahan Agustus.

“Sebenarnya pengerjaan untuk Abdul Ghani ini sudah berkontrak sejak tanggal 31 Juli. Kemarin kami masih fokus pada tahap pembersihan lahan dan persiapan lainnya. Mulai pertengahan Agustus ini, pengerjaan penutupan dan galian lahan sudah resmi berjalan seiring dengan kedatangan alat-alat berat di lokasi,” ujar Esti.

Pembangunan pedestrian tersebut menggunakan anggaran APBD Kota Batu sekitar Rp1,7 miliar. Pengerjaannya mulai dari titik nol di pertigaan atas Jalan Abdul Ghani. Esti menjelaskan tahun ini pengerjaan pedestrian sisi kanan akan dikerjakan terlebih dahulu sampai persimpangan Suropati.

Lalu di sisi kiri, pengerjaan akan dilakukan separuh karena menyesuaikan kemampuan anggaran tahun ini. Rencananya, sisa pengerjaan pedestrian di sisi kiri akan diusulkan sebagai proyek lanjutan pada anggaran tahun berikutnya.

Pihaknya menargetkan pekerjaan fisik utama pedestrian selesai pada akhir November 2026. Sementara masa kontrak beserta tahapan penyempurnaan akhir berlangsung hingga awal Januari.

Esti menerapkan pola kerja malam dalam pembangunan pedestrian di Jalan Abdul Ghani. Sebab kondisi lalu lintas di jalur itu cukup padat. Terlebih, Jalan Hasanuddin yang menjadi salah satu akses di kawasan tersebut saat ini juga ditutup untuk pengerjaan rekonstruksi rigid concrete.

“Karena di situ lokasinya sangat crowded dan jalannya sempit. Sementara itu, ruas Jalan Hasanuddin juga sedang ditutup karena pengerjaan rigid beton. Kalau kami paksakan masuk alat berat di siang hari, jalan bisa langsung tertutup separuh dan kemacetan akan makin parah,” terang Esti.

Pengerjaan yang menggunakan alat berat, termasuk ekskavator untuk penggalian saluran dan pemasangan komponen pedestrian berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga 04.00 WIB. Setelah pekerjaan selesai, alat berat dan material harus disingkirkan dari badan jalan sehingga ruas tersebut dapat kembali dilalui kendaraan pada pagi hari.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan dan warga sekitar apabila selama proses pembangunan terdapat gangguan terhadap kenyamanan maupun aktivitas masyarakat.

Perbaikan juga ada di 3 titik pedestrian lain

Selain pedestrian di Jalan Abdul Ghani, Esti juga memproses pengerjaan pedestrian di tiga ruas jalan lainnya yakni Jalan Sisir–Pandanrejo, Jalan Diran, serta jalan yang menghubungkan Sumberjo–Ngaglik.

“Pembangunan pedestrian ini merupakan bagian dari kegiatan Proyek Strategis Daerah. Selain di ruas Jalan Abdul Ghani, saat ini kami juga sedang memproses pengerjaan pedestrian di tiga titik kawasan lainnya. Yaitu di jalur Sisir–Pandanrejo, Jalan Diran, serta ruas jalan yang menghubungkan Sumberjo–Ngaglik,” ujar Esti.

Penataan pedestrian tersebut tidak hanya memperbaiki permukaan trotoar. Tapi juga sekaligus membenahi sistem drainase untuk mengantisipasi genangan maupun luapan air saat musim hujan.

Sistem drainasenya menggunakan konstruksi beton pracetak, seperti box culvert atau U-Ditch. Secara keseluruhan, seluruh paket pekerjaan pedestrian dalam skema proyek daerah dapat selesai secara bertahap hingga akhir tahun. Sementara untuk bagian pedestrian yang belum tertangani tahun ini, termasuk kelanjutan pengerjaan sisi kiri Jalan Abdul Ghani, pihaknya akan mengusulkannya kembali sebagai prioritas dalam APBD tahun berikutnya.

Penataan pedestrian di sejumlah koridor jalan tersebut harapannya dapat meningkatkan kualitas fasilitas publik. Sekaligus memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas dengan berjalan kaki di Kota Batu.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Back to top button

Visual Radio

x