Kota Malang Impor 55 Ekor Sapi Secara Bertahap

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pemerintah Kota Malang akan mendatangkan 55 ekor sapi impor untuk menjaga menstabilkan harga daging sapi yang saat ini menyentuh Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging sapi acuan sebesar Rp140 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi mengatakan sapi impor tersebut akan diimpor secara bertahap. Ia mengestimasi dalam satu gelombang pengiriman berisi sekitar 15-17 ekor sapi dengan pengadaan lewat Perumda Tunas yang bekerja sama dengan 12 perusahaan importir sapi.
“Total mungkin sekitar 55 ekor. Biasanya datang sekitar 15 sampai 17 ekor sapi. Bertahap, tidak sekaligus, sesuai kebutuhan dari jagal-jagal yang ada di Kota Malang,” ujar Slamet, Senin (12/10/2026).
Baca juga:
Harga Daging Sapi Tembus Rp160 Ribu/Kg, Pemkot Malang Cari Penyebabnya
Artinya, jika para jagal membutuhkan pasokan daging, pihaknya akan melakukan impor di gelombang berikutnya. Sapi yang diimpor berasal dari Australia dengan jenis Brahman. Sapi tersebut memiliki ciri tubuh besar dan tinggi serta warna dominan putih.
“Suplai sapi lokal ini sangat terbatas sekali. Sehingga kita perlu mendatangkan sapi impor agar harga daging sapi tidak terlalu tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, impor sapi juga berisiko pembengkakan biaya jika melihat fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat. Slamet mengakui, sapi impor belum membuat harga daging sapi langsung turun hingga menyentuh harga acuan pemerintah.
Setidaknya, menurut Slamet, daging impor masih dapat membantu menahan kenaikan harga yang lebih tinggi di tengah terbatasnya pasokan daging sapi lokal.
“Masih, masih bisa untuk menekan harga,” pungkasnya.
Editor: Intan Refa





