Jalan Jalan PlusNews

Kekayaan Alam dan Sejarah Desa Punten, Kota Batu

Punden Gandung Melati yang ada di Desa Punten, Kota Batu. (Foto: Pokdarwis Desa Punten)
Punden Gandung Melati yang ada di Desa Punten, Kota Batu. (Foto: Pokdarwis Desa Punten)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Desa Punten dikenal sebagai salah satu pionir desa wisata di Kota Batu. Lokasinya ada di Jalan Raya Punten No 19, yang mencakup empat dusun yaitu Krajan, Gempol, Kungkuk dan Payan.

Dengan luas wilayah mencapai kurang lebih 438 hektar, Desa Punten memiliki bentang alam yang variatif. Mulai dari pemukiman padat karya hingga lahan pertanian yang subur.

Secara geografis, posisi desa ini sangat strategis dan memiliki aksesibilitas yang tinggi. Karena terletak tepat di perlintasan jalur utama menuju objek wisata legendaris Selecta dan jalur penghubung menuju Cangar (Mojokerto).

Desa Punten sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum (angkutan kota jalur Batu-Selecta).

Secara historis, penamaan “Punten” memiliki dua versi yang melegenda. Versi pertama menyebut, nama ini berasal dari kata “Ngapunten” yang berarti pemberi maaf.

Namun, ada versi lain yang kuat di masyarakat yang menyebutkan “Punten” berasal dari istilah “Empunya Inten” (Pemilik Intan/Perhiasan). Hal ini merujuk pada mitos nenek moyang tentang kekayaan alam atau harta yang terpendam di wilayah tersebut sejak zaman kerajaan.

Tetua Desa Punten melakukan ritual acara selamatan desa. (Foto: Pokdarwis Desa Punten)
Tetua Desa Punten melakukan ritual acara selamatan desa. (Foto: Pokdarwis Desa Punten)

Kekuatan sejarah Desa Punten juga semakin kuat dengan keberadaan punden para leluhur, seperti Punden Gadung Melati, Mbah Gimbal, hingga Mbah Purwo Senyoto. Nama terakhir, Mbah Purwo Senyoto dikenal sebagai sosok pejuang yang merupakan rekan seperjuangan Pangeran Diponegoro.

Ketua Pokdarwis Desa Punten Cahyono Hadi menjelaskan bahwa kesadaran wisata di desa ini sudah tumbuh sejak tahun 2007 dan resmi mengantongi SK Wali Kota pada tahun 2010. Berbeda dengan wilayah lain, Punten memiliki manajemen organisasi yang spesifik.

“Lembaga Desa Wisata bertugas pada ranah manajerial dan eksplorasi potensi desa secara menyeluruh. Sementara pokdarwis bergerak di bidang publikasi dan membantu pengembangan di lapangan,” jelas Cahyono.

Transformasi wisata Desa Punten

Saat ini, Desa Punten tengah mempersiapkan transformasi wisata dengan fokus pada wisata alam dan adventure atau petualangan. Potensi besar seperti Hutan Bledok mulai dikembangkan.

Pintu masuk Kampung Kungkuk Desa Punten. (Foto: Asrur Rodzi)
Pintu masuk Kampung Kungkuk Desa Punten. (Foto: Asrur Rodzi)

Selain itu, fasilitas penunjang berupa Rest Area di Dusun Gempol (sebelah barat Hotel Spencer) juga dalam proses penyelesaian. Fasilitas ini nantinya akan memiliki 16 kamar mandi dan gerai Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat oleh-oleh.

Sektor ekonomi desa ditunjang oleh BUMDes yang bergerak di bidang ketahanan pangan. Khususnya pengelolaan lahan desa untuk tanaman sayur-mayur seperti tomat.

Di sisi lain, Dusun Kungkuk tetap menjadi primadona wisatawan melalui konsep Live In atau Homestay. Di mana pengunjung dapat menyatu dengan keseharian warga sembari menikmati aktivitas petik jeruk, apel, hingga stroberi.

Meski sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan pasca pandemi dan adanya kebijakan efisiensi perjalanan dinas dari beberapa daerah luar provinsi, pengelola Desa Punten tetap optimis. Mereka terus berupaya menggaet wisatawan domestik melalui paket-paket edukasi pertanian dan industri kreatif. Seperti pengolahan keripik apel dan minuman sari buah.

Ke depannya, Cahyono berharap ada kolaborasi yang lebih erat dan “guyub” antara pemerintah daerah dan pelaku wisata di tingkat akar rumput agar sektor pariwisata Kota Batu kembali bergairah.

“Harapan kita, pemerintah daerah bisa bersama-sama lagi dengan kami, menyamakan persepsi untuk membangkitkan semangat wisata. Desa harus mampu berdiri tegak, namun dukungan kolaboratif akan membuat Batu tetap menjadi destinasi wisata yang sebenarnya,” pungkasnya. (adv)

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x