Kebakaran TPA Supit Urang Belum Padam, Titik Api Masih Membara di zona Tengah

CITY GUIDE FM, Kota Malang – Kepulan asap putih masih membubung dari kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, memasuki hari ketiga penanganan kebakaran. Di tengah upaya pemadaman yang terus dilakukan petugas gabungan, sekitar pukul 9.22 WIB titik api dengan intensitas tinggi masih ditemukan di bagian tengah zona old landfill atau area timbunan sampah lama.
Kondisi tersebut membuat petugas masih memusatkan kekuatan di lokasi itu. Sementara di sejumlah area lainnya, intensitas kebakaran mulai menunjukkan penurunan, meski titik panas masih ditemukan di beberapa titik.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan titik api di zona new landfill sisi timur relatif minim. Namun, petugas masih mendapati sejumlah titik panas yang ditandai dengan munculnya kepulan asap.
Adapun di zona old landfill sisi barat daya yang berbatasan langsung dengan Desa Jedong, Kecamatan Wagir, intensitas titik api juga mulai menurun. Meski begitu, proses pemadaman belum dapat dihentikan karena masih terdapat titik panas yang berpotensi memicu kembali munculnya api.
“Untuk intensitas titik api tinggi ditemukan di zona old landfill sisi tengah sehingga masih terjadi kepulan asap yang tebal dan pekat,” ujar Pandu.
Untuk mengendalikan kebakaran, petugas memusatkan pengerahan armada di zona tengah old landfill. Sebanyak delapan kendaraan dari unsur pemadam kebakaran dan pendukung dikerahkan untuk mempercepat penanganan.
Kekuatan tersebut terdiri atas tiga unit armada Damkar Kota Malang, dua unit armada suplai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), satu unit armada suplai Damkar Kabupaten Malang, serta dua unit kendaraan pemadam kebakaran militer.
Pada hari ketiga operasi, metode pemadaman masih menggunakan teknik injeksi air ke dalam gunungan sampah. Cara ini dilakukan agar air dapat menjangkau bagian dalam timbunan, termasuk area yang masih menyimpan panas dan berpotensi mempertahankan bara api.
“Masih sama, teknik injeksi supaya air dapat meresap masuk ke dalam gunungan sampah,” kata Pandu.
Petugas juga memanfaatkan bantuan ekskavator untuk mengurai tumpukan sampah. Penggunaan alat berat tersebut diharapkan mempercepat proses penanganan, sehingga bagian timbunan yang menyimpan panas dapat dijangkau secara lebih efektif.
Berdasarkan informasi dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH),Gamaliel Raymond Matondang b zona old landfill memiliki luas sekitar delapan hektare. Sementara itu, zona new landfill tercatat seluas enam hektare.
Meski kebakaran belum sepenuhnya padam, petugas memastikan belum ada perluasan titik api hingga hari ketiga penanganan. Upaya pemadaman dan pemantauan terus dilakukan, terutama di zona tengah yang masih menunjukkan intensitas kebakaran tinggi.
“Alhamdulillah, tidak ada perluasan titik api,” tutur Pandu.
Kebakaran di TPA Supit Urang, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, masih menjadi perhatian petugas gabungan. Penanganan difokuskan pada pengendalian titik panas dan pendinginan timbunan sampah untuk mencegah api kembali membesar.





