Peristiwa dan Hukum

Karhutla di Kawasan Payung 3 Kota Batu, 1 Motor Warga Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Payung 3, Songgokerto, Kota Batu. (Foto: Istimewa)
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Payung 3, Songgokerto, Kota Batu. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Kebakaran hutan pinus di kawasan Payung 3, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, pada Rabu (14/10/2026) dini hari menyebabkan satu unit sepeda motor milik warga hangus terbakar. Sedihnya, motor tersebut adalah milik warga yang ikut membantu proses pemadaman.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan hutan produksi pinus Petak 82 RPH Pujon Selatan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko menyebut kebakaran diduga bermula dari sisa pembakaran sampah serasah daun yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Tiupan angin dan tumpukan vegetasi kering mempercepat penyebaran api ke area hutan pinus.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkarmat, Perhutani, TNI, Polri, serta warga setempat melakukan pemadaman secara manual dan membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api.

“Petugas segera melakukan penanganan dan pemadaman secara manual serta membuat sekat bakar agar api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area lain,” kata Suwoko.

Baca juga:

Menjaga Tahura Raden Soerjo dari Kebakaran

Setelah titik api utama terkendali, petugas melanjutkan penyisiran dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Sementara itu, luas lahan yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh Perhutani.

Kebakaran di Payung 3 menambah daftar panjang karhutla di Kota Batu. Pada 6 Oktober, kebakaran terjadi di empat lokasi dalam kurun waktu 24 jam yakni Pesanggrahan, Sumberejo, Gunungsari, dan Mojorejo. Akibatnya, area hutan pinus di Pesanggrahan seluas sekitar 0,5 hektar dan rumpun bambu di Sumberejo sekitar 0,25 hektar habis terbakar.

Sehari sebelumnya, kebakaran di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, juga menghanguskan 0,5 hektare vegetasi hutan pinus dan rumpun bambu. Rentetan kejadian tersebut memperlihatkan risiko pembakaran sisa tanaman dan sampah vegetasi di dekat kawasan hutan.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Utamakan metode yang aman dan tidak menggunakan api demi mencegah terjadinya kebakaran hutan yang tidak terkendali,” jelas Suwoko.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x