Pendidikan

Dindik Kota Batu Antisipasi Dampak Gawai Lewat Digitalisasi PAUD

Pertemuan program digitalisasi pendidikan anak usia dini atau PAUD. (Foto: Asrur Rodzi)
Pertemuan program digitalisasi pendidikan anak usia dini atau PAUD. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Dinas Pendidikan Kota Batu mulai menjalankan program digitalisasi pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui penyaluran Papan Interaktif Digital (PID) kepada 66 Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA), pada Rabu dan Kamis (21/5/2026).

Program ini bertujuan mendorong perubahan metode belajar tradisional menuju pembelajaran digital berbasis deep learning pada usia dini. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan tantangan terbesar pendidikan saat ini adalah pengaruh gawai yang sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak.

“Hari ini kita sudah berada di era disrupsi teknologi. Anak-anak kita sekarang juga belajar dari gadget dan gawai,” ujar Alfi.

Menurutnya, anak-anak masa kini memiliki kemampuan cepat dalam menyerap informasi digital, bahkan sebelum mampu membaca dengan lancar. Karena itu, peran guru dan orang tua sangat penting untuk menyaring informasi untuk anak pada masa pertumbuhan.

“Anak-anak sekarang bisa membuka YouTube sendiri, mencari tontonan yang mereka inginkan meski belum lancar membaca. Artinya mereka memiliki kemampuan menyerap informasi yang sangat cepat,” lanjutnya.

Alfi menegaskan, pendidikan karakter sejak usia dini menjadi fondasi penting untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ia mengingatkan bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa hanya menjadi slogan tanpa langkah nyata sejak sekarang.

“Kita ingin pendidikan Kota Batu bisa melesat mendunia. Itu harus dimulai dari lingkungan terkecil dan dimulai hari ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kota Batu Diana Farianti menjelaskan bantuan PID itu berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Penyalurannya berdasarkan data administrasi Dapodik.

Dari total 74 lembaga TK dan RA di Kota Batu, sebanyak 66 lembaga yang memiliki rapor Dapodik berstatus hijau langsung menerima bantuan. Sedangkan delapan lembaga lainnya masih dalam tahap verifikasi administrasi.

“Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam penyaluran bantuan. Kami hanya melakukan pengawasan serta memberikan bimbingan teknis pemanfaatannya,” jelasnya.

Melalui perangkat digital tersebut, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih interaktif dan menyenangkan tanpa meninggalkan penguatan karakter anak usia dini.

Rangkaian kegiatan peningkatan mutu pendidikan digital itu berlanjut dengan menghadirkan Praktisi Media dari City Guide FM Malang Eko Setyawan sebagai narasumber.

Dalam materi bertajuk “Peran Media dalam Membangun Ekosistem PAUD Berkualitas di Era Digital”, Eko menyoroti pentingnya kolaborasi antara anak, guru, orang tua, pemerintah, lingkungan dan media dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, media lokal memiliki kekuatan karena lebih dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Ia juga mengingatkan bahwa tontonan anak setiap hari akan memengaruhi pola pikir mereka di masa depan.

“Tantangan terbesar bukan teknologinya, tetapi kemampuan menyaring informasi,” ujar Eko.

Ia mendorong lembaga PAUD di Kota Batu untuk memanfaatkan media sosial secara positif dengan menampilkan proses belajar yang nyata, edukatif, dan inspiratif. Bukan sekadar pencitraan.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x