
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Kekuatan mental bagi seorang atlet sama pentingnya dengan kekuatan fisik dan teknik. Nah, dalam hal ini, cabang olahraga hapkido Kota Malang punya cara tersendiri dalam menjaga mental para atletnya. Khususnya menjelang laga penting.
Tidak jarang, mental atlet mendadak ciut duluan saat masuk arena pertandingan atau pun menatap sekedar mata lawan. Ketua Pengurus Cabang Hapkido Kota Malang Robin Setiabudi menggunakan metode hypnotherapy sebelum bertanding.
“Waktu tanding kemarin, kita juga melakukan hypnotherapy. Saya sendiri sebagai praktisi hipnoterapi. Jadi istilahnya hypnosport-lah. Hypnosport ini supaya membangkitkan ketenangan dan kepercayaan diri mereka. Sehingga mereka bertanding dalam kondisi tenang,” terang Robin.
Ia memberikan hipnosis atau semacam sugesti pada mereka. Mulai dari relaksasi sampai mereka dalam kondisi tenang. Pada kondisi ini, otak berada dalam gelombang teta.
“Gelombang kan ada beberapa. Pertama, beta itu kondisi sadar seperti sekarang. Kedua, alfa itu kondisi seperti melamun, misalnya kita nyetir tau-tau sampai. Itu kondisi alfa. Tapi kita mau lebih dalam dari alfa yaitu ke teta. Di bawahnya teta itu delta itu kondisi kita tidur. Kalau tidur, kita ajak ngomong kan ga bisa, tapi kalau kondisi teta itu sangat sadar. Dalam kondisi itu kita ajak distraksi bisa, kita kasih sugesti juga bisa,” lanjutnya.
Cukup satu kali sesi dengan durasi waktu kurang dari satu jam, sudah cukup untuk memberikan sugesti positif pada atlet. Kata Robin, ada perbedaan yang cukup kentara antara atlet yang menjalani sesi hipnosport dengan atlet yang melewatkan sesi ini.
Waktu sesingkat itu ternyata mampu membawa perubahan cukup besar dalam performa bertanding. Buktinya, Hapkido Kota Malang berhasil meraih 8 medali emas, 2 medali perak dan satu medali perunggu pada porprov jatim kesembilan tahun 2025. Padahal tahun lalu, Kota Malang dihitung tidak mendapat medali sama sekali.
“Mereka bertanding itu lebih tenang, jadi ada perubahan. Waktu itu ada beberapa atlet yang ga bisa datang sesi hypnosport. Nah pada saat bertanding pelatih lapangannya bilang, ‘Beda lho ini yang tanding antara yang ikut hypno sama yang tidak. Lebih percaya diri, lebih tenang dari yang tidak mengikuti sesinya’,” imbuh pria yang juga seorang bonesetting specialist di Tiger King Therapy.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan tracing keahlian atlet maupun kemampuan fisik, untuk melihat perkembangan mereka. Artinya, prestasi tidak hanya lahir dari keringat di tempat latihan, tetapi juga dari keberanian untuk berinovasi membangun mental atlet. (adv)
Editor: Intan Refa




