Info Guide

Candi Manunjung, Jejak Mataram Kuno Terkubur di Desa Pendem

Situs Candi Manunjung di Desa Pendem. (Foto:  Asrur Rodzi)
Situs Candi Manunjung di Desa Pendem. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Sebuah pondok seperti pendopo berwarna hijau terlihat mencolok di Desa Pendem, Kecamatan Batu. Bangunan itu berdiri tepat di atas reruntuhan Candi Manunjung yang diperkirakan berasal dari abad ke-10, semasa Kerajaan Mataram Kuno.

Lokasinya berada tepat di samping area pemakaman keluarga dan kini menjadi salah satu situs bersejarah yang menyimpan jejak peradaban masa lampau di Kota Batu. Salah satu penjaga situs, Rio menjelaskan bahwa keberadaan candi tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 2020 secara tidak sengaja oleh warga yang sedang menggali lahan untuk menanam pohon alpukat.

“Awalnya warga mau menanam alpukat. Saat menggali tanah ditemukan susunan batu bata dan pondasi bangunan. Setelah itu dilaporkan dan dilakukan eskavasi,” ujar Rio.

Sejak penemuan tersebut, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI melakukan penelitian dan proses ekskavasi untuk mengungkap struktur bangunan yang selama ratusan tahun terkubur di dalam tanah. Hasil penggalian menunjukkan adanya struktur candi dengan ukuran sekitar 10 meter x 10 meter.

“Iya ukuran candinya ya sampai sebatas ini, ukurannya 10 kali 10 meter,” jawab Rio singkat.

Rio juga menjelaskan adanya lubang pada bagian tengah pondasi candi, memang sudah ada dalam kondisi seperti ini sejak awal proses ekskavasi. Menurutnya, kemungkinan lubang tersebut merupakan bekas upaya pengambilan benda berharga yang dahulu tersimpan di bagian inti bangunan.

“Untuk waktunya ndak tau kapan, tapi sudah ada seperti itu saat digali,” jelasnya.

Dalam tradisi pembangunan candi Hindu-Buddha di Nusantara, bagian inti pondasi biasanya menyimpan peripih, yaitu wadah ritual suci yang berisi benda-benda simbolis. Benda-benda ini digunakan sebagai persembahan kepada dewa, penolak bala, maupun penanda kesakralan bangunan.

Karena dianggap memiliki nilai tinggi, kemungkinan ada pihak di masa lalu yang melakukan penggalian liar pada situs kuno untuk mencari “harta karun” tersebut. Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Efendi mengatakan penemuan Situs Candi Manunjung menjadi salah satu bukti bahwa Pendem menjadi bagian dari peradaban penting sejak lebih dari seribu tahun lalu.

“Menurut kajian yang disampaikan, situs ini berasal dari era Mataram Kuno sekitar abad ke-10. Ini menunjukkan bahwa wilayah Pendem sudah menjadi bagian dari peradaban sejak lama,” katanya.

Saat ini kawasan Situs Candi Manunjung telah masuk dalam area konservasi dan mendapatkan perlindungan dari BPK Wilayah XI. Keberadaan Situs Candi Manunjung juga memunculkan kembali berbagai pembahasan mengenai asal-usul nama Desa Pendem.

Salah satu dugaan yang berkembang menyebutkan bahwa nama “Pendem” berasal dari bahasa Jawa yang berarti terkubur atau terpendam. Ini merujuk pada banyaknya peninggalan sejarah yang tersimpan di dalam tanah wilayah ini.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x