Anggaran BTT Kota Batu Melonjak Jadi Rp31 Miliar

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kota Batu dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026 melonjak menjadi Rp31,14 miliar. Penambahan anggaran sebesar Rp20,24 miliar tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Kenaikan BTT tersebut disepakati Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batu dalam Persetujuan Bersama Raperda P-APBD 2026 pada Rabu (30/9/2026). Juru Bicara Banggar DPRD Kota Batu Dewi Kartika mengatakan dalam APBD Murni 2026, BTT dialokasikan sebesar Rp10,89 miliar.
Pihaknya meminta pemerintah tidak hanya memperhatikan dampak kemarau panjang, tetapi juga mempersiapkan potensi bencana saat memasuki musim hujan.
Baca juga:
Pemerintah Kota Batu Ketati Penggunaan Dana BTT
“Banggar menekankan dampak musim kemarau panjang saat ini yang harus diperhatikan serta mempersiapkan diri untuk musim hujan nanti. Termasuk bagaimana BTT sebesar Rp31,14 miliar dipersiapkan terhadap ancaman bencana tidak terduga dan kesiapsiagaan BPBD di titik-titik rawan bencana,” papar Dewi saat menyampaikan laporan Banggar dalam rapat paripurna.
Besarnya penambahan ini membuat penggunaan dan realisasi anggaran perlu dipantau, untuk memastikan dana benar-benar dapat digunakan ketika terjadi kondisi darurat. Kebutuhan kesiapsiagaan tersebut menjadi penting karena Kota Batu memiliki karakter wilayah yang menghadapi sejumlah ancaman bencana hidrometeorologi.
Dalam IRBI (Indeks Rencana Bencana Indonesia) 2025, Kota Batu tercatat dalam kelas risiko bencana tinggi dengan skor 12,35. Data BNPB juga mencatat risiko bencana Kota Batu tidak hanya satu jenis ancaman.
Kota Batu tercatat memiliki indeks risiko banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta bencana lain yang dipengaruhi kondisi geografis dan hidrometeorologi.
Secara nasional, BMKG pada September 2026 memprediksi musim hujan 2026/2027 cenderung datang lebih lambat di sebagian besar wilayah Indonesia akibat pengaruh El Nino sangat kuat dan IOD positif. BMKG juga memperkirakan musim hujan tersebut secara umum berlangsung lebih singkat, dengan sebagian wilayah tetap berpotensi mengalami kondisi hujan lebih basah dari normal.
Editor: Intan Refa





