Terminal Gondanglegi Jadi Gerbang Wisata Malang Selatan?

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Kabid Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Deny Ferdiansyah menjelaskan kondisi Terminal Gondanglegi saat ini memang kurang bergairah. Aktivitas terminal tipe C ini juga cukup minim. Selain karena masyarakat lebih memilih transportasi online, di terminal ini hanya ada 4-6 angkot saja dengan jam operasi yang cukup terbatas. Biasanya hanya sampai pukul 12.00 hingga 14.00.
Dikatakan mangkrak pun sebetulnya tidak sepenuhnya benar. Karena biasanya pengunjung pasar hewan di dekat terminal memarkirkan kendaraannya di sana. Oleh karena itu, Pemkab Malang berencana menghidupkan kembali dengan memoles Terminal Gondanglegi menjadi terminal wisata yang akan menghubungkan ke wisata Malang Selatan.
“Kami harus memfasilitasi masyarakat untuk menuju ke Pantai Selatan yang saat ini pengunjungnya, baik hari biasa maupun hari libur itu ramai. Jadi kami memfasilitasi masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga mengurangi kemacetan yang ada di jalur Gondanglegi, Bantur dan Pantai Selatan, serta keselamatan kelancaran lalu lintas,” kata Deny.
Simak di sini:
Maka, rencananya di Perubahan APBD tahun 2026, pihaknya mengusulkan perbaikan pada fasilitas utama dan penunjang. Mulai dari jalur kedatangan dan keberangkatan, termasuk ruang tunggu di kedua jalur serta toilet umum. Deny memperkirakan perbaikan itu akan dimulai pada akhir tahun ini.
Sementara itu, Pakar Transportasi ITN Malang Dr Ir Nusa Sebayang MT melihat Terminal Gondanglegi cukup strategis menjadi titik transit moda transportasi wisata. Apalagi, bus Trans Jatim koridor II rencananya akan menghubungkan Terminal Arjosari Kota Malang hingga Terminal Talang Agung Kepanjen.
“Ini menarik kalau bus Trans Jatim koridor II dapat mengakses Terminal Gondanglegi. Artinya, transit itu akan mengantar wisatawan,” kata Nusa.
Baca juga:
Terminal Madyopuro Bakal Alih Fungsi Jadi Terminal Wisata?
Sementara itu, Ketua Prodi D4 Destinasi Wisata Universitas Merdeka Malang Stella Alvianna SPar MM turut memberikan pandangan positif terhadap rencana ini. Menurutnya, penataan terminal dapat menjadi langkah awal memberikan area transit yang proper untuk transportasi umum.
“Ini lokasi yang strategis. Tinggal bagaimana kerja bersama supaya menjadi satu daya tarik tersendiri. Orang mau untuk menggunakannya. Sebenarnya menarik sekali ketika ada integrasi antara bus Trans Jatim dengan angkutan desa,” kata Stella.
Sehingga, menurutnya angkutan umum nanti memiliki rute khusus yang langsung menuju ke destinasi wisata. Tidak hanya sekadar lewat, tapi ada beberapa atraksi-atraksi lain di sekitarnya yang bisa kita lihat sehingga benar-benar jadi angkutan wisata.





