Resmi, MA Bilingual Transisi Menjadi MAN 2 Kota Batu

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Transformasi pendidikan di Kota Batu memasuki fase baru dengan perubahan status Madrasah Aliyah (MA) Bilingual menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Batu, pada Kamis (23/4/2026). Peresmian di Kelurahan Dadaprejo ini menjadi penguatan akses pendidikan bagi masyarakat, setelah melalui proses panjang sejak merintis pada tahun 2005.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Agama khususnya dalam sektor pendidikan. Ia menilai, lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama memiliki peran strategis yang tidak terpisahkan dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kami selaku pemerintah daerah pastinya akan terus berkolaborasi dengan Kementerian Agama, terutama di bidang pendidikan. Karena sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama tidak terlepas dari peran pemerintah Kota Batu,” ujar Heli Suyanto dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Heli juga menilai karakter sosial masyarakat Kota Batu cukup unik. Meski secara administratif telah berstatus kota, budaya gotong royong dan kebersamaan masih sangat kuat.
“Batu ini unik. Ada 19 desa dan lima kelurahan, tetapi warganya masih menjaga budaya kebersamaan. Bukan berarti tertinggal, justru nilai guyub rukun itu yang menjadi kekuatan kita,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan dalam penerapan sistem zonasi pendidikan. Kebijakan tersebut kerap memicu persoalan di masyarakat, terutama terkait keterbatasan akses sekolah bagi warga di sekitar lingkungan tertentu.
“Ada kasus di salah satu desa, sekolahnya sempat akan ditutup oleh warga karena anak-anak di sekitar tidak bisa bersekolah di situ, padahal lahannya berasal dari hibah desa. Ini menjadi tantangan bagi kami,” jelasnya.
Dengan hadirnya MAN 2 Kota Batu, pemerintah berharap dapat memberikan solusi atas persoalan tersebut, khususnya bagi masyarakat di wilayah Dadaprejo.
Editor: Intan Refa




