NewsPeristiwa dan Kriminal

Polres Malang Buru Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa Unitri

salah satu kafe yang rusak akibat kerusuhan sejumlah mahasiswa Unitri (Foto : Oky Novianton)
salah satu kafe yang rusak akibat kerusuhan sejumlah mahasiswa Unitri (Foto : Oky Novianton)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Satreskrim Polres Malang memburu pelaku pengeroyokan dan penikaman seorang mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggaldewi (Unitri), Krisnael Murri hingga tewas. Peristiwa nahas ini terjadi di Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (25/06) lalu.

“Saat ini, kita masih melakukan pengejaran,‚ÄĚ ujar Kasat Reskrim Polres Malang Iptu Wahyu Risky Saputro via telepon, Senin (26/06) petang.

Sementara, Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik menjelaskan kronologi pengeroyokan itu, ada dugaan sejumlah orang ikut terlibat.

Baca juga :

Kronologi peristiwa pengeroyokan mahasiswa Unitri, Keisnael Murri

Pada, Sabtu (24/06) sekitar pukul 21.00 WIB, Krisnael mendapat undangan ke acara perayaan kelulusan wisuda kakak tingkatnya. Mulanya semua berjalan lancar. Mereka larut dalam kegembiraan malam itu, ditemani dengan minuman keras (miras) di sebuah cafe di belakang Kampus UMM, Desa Tegalgondo.

“Informasi sementara yang kami dapat awalnya korban datang ke perayaan itu. Kemudian, korban pamit pulang,” kata Taufik kepada reporter City Guide FM.

Ketika korban pamit pulang, sejumlah orang yang ada di pesta meneriaki, mengejar dan mengeroyok korban. Ada dugaan mereka kenal dengan Krisnael.

“Saat berada di TKP di Jalan Karyawiguna, belakang UMM itu mereka memukuli korban,” tutur Taufik.

Kemudian, sampailah Kabar Krisnael terkapar tak bernyawa, ke telinga kawan-kawan Keisnael. Mereka langsung menyerbu kafe itu hingga akhirnya terjadi keributan.

“Terkait dengan kerusakan kafe dan informasi lebih lanjut sedang kami dalami. Kami juga tengah memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui lebih detailnya,” terang Taufik.

Ada dua kafe yang mengalami rusak parah. Kondisi di bagian dalam kafe tampak porak-poranda. Kursi dan meja berhamburan, kaca pecah, hingga ada satu motor terbakar.

Untuk itu, Polres Malang melakukan pengamanan di lokasi. Mulai dari pemberian garis polisi hingga mengerahkan petugas untuk melakukan penjagaan untuk menghindari keributan susulan.

“Satuan Brimob telah kami siagakan di tempat-tempat yang terdampak tadi pagi. Ini kita lakukan untuk menjaga keamanan dan masyarakat sekitar tidak lagi khawatir akan adanya kerusuhan,” tandas Taufik.

Sementara itu terkait pemeriksaan dari jasad korban, Taufik menegaskan bahwa RS dr Syaiful Anwar masih belum mengeluarkan hasil visumnya. (rep)

Reporter : Oky Novianton

Editor : Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Radio



x