Budaya dan PariwisataNews

PCNU Kota Batu Bentangkan Panji 1.000 Meter di Lereng Panderman

Kirab menuju pengibaran panji raksasa NU di lereng Gunung Panderman. (Foto: Istimewa)
Kirab menuju pengibaran panji raksasa NU di lereng Gunung Panderman. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Menandai satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) dalam penanggalan masehi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu membentangkan bendera raksasa sepanjang 1.000 meter di lereng Gunung Panderman, pada Minggu (1/2/2026). Aksi kolosal ini memiliki makna nasionalisme, sekaligus seruan pelestarian lingkungan hidup.

Wali Kota Batu Nurochman hadir langsung dan turut membopong bendera tersebut bersama 100 pasukan. Warga Dusun Srebet dan siswa sekolah setempat tampak menyambut dengan hangat dan antusias waktu rombongan kirab melewati daerah mereka.

Ia menyatakan bahwa pemilihan lokasi di lereng gunung ini memiliki pesan mendalam tentang hubungan manusia dengan alam. Menurutnya, eksistensi NU selama seratus tahun harus berbarengan dengan semangat menjaga ekologi.

“Pembentangan bendera raksasa Nahdlatul Ulama di lereng Gunung Panderman adalah salah satu bentuk wujud rasa cinta kita kepada Indonesia, kepada Kota Batu, kepada lingkungan yang harus terus kita jaga keberlanjutannya,” ujarnya.

Nurochman juga menekankan pentingnya konsep ‘regenerasi alam’ sebagai pendamping regenerasi sumber daya manusia. Ia menilai, kelestarian alam merupakan warisan mutlak bagi generasi mendatang di Kota Batu.

“Penting sekali kami sampaikan di setiap event. Bagaimana kita di samping melakukan regenerasi sumber daya manusia, juga menjadi sangat penting kita lakukan regenerasi alam semesta kita. Jagad raya ini merupakan anugerah terindah untuk Kota Batu,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Batu juga memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan puncak peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026. Sebagai gerbang utama bagi jamaah dari wilayah Malang Barat (Pujon, Ngantang, dan Kasembon) atau kota lain di barat Malang, Kota Batu diproyeksikan akan menjadi titik transit krusial bagi ribuan massa yang menuju lokasi acara.

Pemkot Batu telah menyiapkan skema bantuan. Mulai dari koordinasi titik istirahat hingga dukungan logistik.

“Pemerintah Kota Batu memberikan dukungan terhadap seluruh keluarga besar jamaah yang insyaallah akan berangkat dari wilayah barat Batu untuk bisa transit dan istirahat sejenak sambil menunggu jadwal di Stadion Gajayana. Ini menjadi bagian komitmen kami, di samping dukungan terhadap logistik yang ada,” kata Nurochman yang juga Wakil Ketua Panitia Lokal Harlah 1 Abad NU.

Agenda bertajuk Mujahadah Kubro ini diprediksi akan menyedot perhatian sekitar 100.000 jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Jumlah ini meningkat signifikan dari estimasi awal yang hanya berkisar 50.000 orang. Stadion Gajayana sendiri memiliki kapasitas sekitar 25.000 orang, sehingga panitia menyiapkan area luar stadion dan sejumlah fasilitas publik sebagai maktab atau tempat transit.

Khusus dari Kota Batu, PCNU menargetkan pengerahan sedikitnya 5.000 jamaah yang akan bergerak secara bergelombang.

Reporter: Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button