Lansia Pikun Tersesat di Lowokwaru, Akhirnya Dijemput Keluarga

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pada Kamis (24/9/2026) malam, sejumlah warga Jalan Bendungan Wadas Lintang, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru dikagetkan dengan munculnya seorang lansia yang tiba-tiba menerobos masuk beberapa rumah yang tidak terkunci. Kakek itu tampaknya tidak berbahaya, hanya terlihat linglung dan kebingungan.
Lalu, pendengar City Guide FM, Aryo Sanjaya pagi tadi pukul 06.30 WIB melapor bahwa berdasarkan informasi dari beberapa tetangganya, kakek ini terlihat berjalan tanpa arah sejak Kamis sore. Saat ia dekati, kakek ini mengaku bernama Nawawi asal Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Tidak ada satupun warga setempat mengenal kakek ini.
“Secara fisik ya Bapak tua, mungkin tingginya 140-an lah, agak pendek sih. Pakai baju warna abu-abu tua, sama pakai sarung. Identitas enggak bawa. Jadi tadi malam kita geledah cuma nemu tiket. Nah, ini ada tiket bus tadi pagi dari Purwosari ke Malang,” terang Aryo, Jumat (25/9/2026) pagi.
Setelah berkomunikasi dengan lansia tersebut pagi tadi, ia menyimpulkan lansia ini tampaknya pikun, tersesat dan menerobos masuk rumah warga karena mengira itu rumahnya. Kata Aryo, warga sebetulnya telah berusaha melaporkannya ke Polsek Dinoyo malam itu juga.
Baca juga:
Kota Malang Ramah Lansia, Bisakah?
Namun sayangnya, pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak dengan dalih tidak memiliki akses ke luar wilayah dan menyarankan untuk menghubungi dinas sosial. Akhirnya, Aryo memutuskan untuk menghubungi Radio City Guide FM sambil terus memantau agar kakek ini tidak berjalan lagi terlalu jauh.
Setelah menerima informasi ini, gatekeeper Radio City Guide FM langsung menghubungi Polres Malang. Berkat kerja sama yang baik dengan Polres Malang, Polsek Ngajum dan Kepala Desa Ngasem, kabar ini akhirnya sampai ke telinga keluarga.
Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 08.30 WIB pihak keluarga langsung menjemput usai menerima kabar tersebut. Ternyata lansia berusia 75 tahun itu bernama Khowi asal Desa Ngasem. Lukman, keponakan Khowi menjelaskan bahwa sebelum tersesat, pamannya tinggal bersama anaknya, Roikah dan Khoir di Pasuruan.
Barangkali karena ingin pulang, anaknya membelikan tiket bus dari Purwosari ke Ngasem, namun justru turun di Kota Malang.
“Kemarin itu berangkatnya itu habis Dzuhur sekitar jam 1-an keluar dari Pasuruan itu. Beliau naik bis. Namanya orang lansia ya, sudah pikun, yang diingat hanya nama Pak Haji Kiyen dan ibu saya namanya Kholifah. Nah di sini turun dari mobil itu yang dicari cuma Pak Haji Kiyen sama Bu Kholifah, gitu. Mungkin pemikirannya kepengin pulang ke tanah kelahirannya yang ada di Desa Ngasem, gitu,” jelas Lukman.
Lalu, lewat grup chat RT/RW, ia mendapat kabar bahwa pamannya berada di Kota Malang dengan kondisi kebingungan. Lukman beserta adiknya yang merupakan cucu mantu Khowi langsung pergi menjemput Khowi ke Desa Ngasem. Ternyata, peristiwa ini juga pernah terjadi sebelumnya dan ditemukan oleh Polsek Blimbing. Saat ini Khowi telah berkumpul kembali bersama keluarganya di Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum.





