Peristiwa dan Hukum

Karhutla di Jalur Arjuno-Welirang Berhasil Dipadamkan, Pendakian Ditutup

Karhutla di jalur pendakian Arjuno-Welirang yang terlihat dari wilayah Malang. (Foto: tangkapan layar video)
Karhutla di jalur pendakian Arjuno-Welirang yang terlihat dari wilayah Malang. (Foto: tangkapan layar video)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Tepatnya di Blok Curah Kluntung, Pos 3 jalur pendakian Arjuno-Welirang yang masuk wilayah Kota Batu. Tidak sedikit masyarakat menyadari kebakaran ini dan mengaku semakin khawatir dengan karhutla yang terus bermunculan.

Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) Tahura Raden Soerjo Wilayah Kerja 04 Batu Choir Maulana mengatakan kepulan asap telah terpantau muncul sejak Jumat (16/10/2026) pukul 12.30 WIB. Usai melakukan verifikasi visual, sekitar pukul 13.00 WIB langsung mengerahkan 15 petugas gabungan untuk memadamkan api secara manual. Mereka yang terdiri dari petugas pos, relawan, polisi hutan dan mandala agni berjalan kurang lebih 3-4 jam menuju titik api.

“Langsung kita padamkan itu sampai pukul 10.00 malam. Api sudah kita padamkan dan proses evakuasi juga kita laksanakan,” kata Choir kepada City Guide FM via on air, Sabtu (17/10/2026).

Baca juga:

Karhutla di Kawasan Payung 3 Kota Batu, 1 Motor Warga Terbakar

Selain itu, pihaknya turut mengevakuasi pendaki yang terjebak. Sebelumnya, Radio City Guide FM menerima laporan dari pendengar Achmad Ghozali terkait adanya pendaki yang terjebak di pendakian Arjuno via Sumberbrantas, Kota Batu. Petugas basecamp langsung melakukan penelusuran sembari berkomunikasi dengan para keluarga pendaki.

“Letak kebakarannya agak jauh dari jalur pendakian, sekitar 3 kilometer dari jalur. Itu masih aman, kita mendatangi ke camp Lembah Lengkehan untuk menghentikan aktivitas pendakian ke Puncak Arjuno, lalu diarahkan turun mulai jam 10.00 malam,” lanjutnya.

Simak wawancara selengkapnya bersama Kepala RKW Tahura Raden Soerjo Wilayah Kerja 04 Batu Choir Maulana

Terdata ada 70 pendaki yang telah dievakuasi dengan selamat. Selanjutnya, selama proses pendinginan, aktivitas pendakian ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Choir menambahkan, ada 15 petugas gabungan lain yang menyusul ke lokasi untuk memastikan api benar-benar padam.

“Move up itu kalau ada bekas kayu yang terbakar itu asapnya kita tutup agar oksigen yang berada di kayu itu tadi tidak mengebul lagi. Dengan cara kita basahi atau kita kasih tanah,” jelas Choir.

Ia menduga, kebakaran ini terjadi akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebelumnya, area ini juga pernah terbakar pada tahun 2023 lalu.

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x