Buntut Kekerasan pada Siswa, Pemkot Malang Bakal Retret Kepala Sekolah

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Tahun ini, Pemerintah Kota Malang berencana mengumpulkan seluruh kepala sekolah mulai tingkat SD dan SMP, negeri maupun swasta, untuk mengikuti retret selama satu hari. Menyusul munculnya kekerasan terhadap siswa yang terjadi belakangan ini sebagai ruang evaluasi dan introspeksi.
Sedikitnya, ada 225 kepala sekolah negeri dan 120 kepala sekolah swasta akan mengikuti retret yang rencananya akan berlangsung di kompleks Graha Purva Praja atau eks Islamic Center di Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengaku telah menyusun rencana tersebut.
“Sudah kita susun. Tinggal menentukan waktunya. Kita ingin evaluasi dan introspeksi agar kejadian-kejadian sebelumnya menjadi pembelajaran dan ke depan bisa lebih baik,” kata Wahyu.
Baca juga:
Pemkot Malang Bakal Terapkan Retret Buat Pejabat Daerah?
Wahyu mengatakan forum tersebut tidak sekadar agenda pembinaan kepala sekolah. Pihaknya ingin menjadikan retret sebagai momentum untuk menguatkan kembali kapasitas kepala sekolah dalam menghadapi berbagai persoalan peserta didik.
Kepala sekolah perlu memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai cara menangani siswa. Sekaligus membangun lingkungan sekolah yang mampu memberikan rasa aman dan pelayanan pendidikan yang baik.
“Kita evaluasi, introspeksi, dan memberi penekanan kembali bagaimana menangani siswa dan berbagai hal lainnya. Harapannya mereka menjadi kepala sekolah yang baik dan bisa melayani masyarakat,” lanjutnya.
Meski demikian, Wahyu belum menetapkan tanggal pelaksanaan. Pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran dan memastikan kegiatan tersebut tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Editor: Intan Refa





