Budaya dan PariwisataNews

7 Jalur Berbahaya Menantang Maut di Malang

Jalur Cangar-Pacet (foto : kompasiana.com)
Jalur Cangar-Pacet (foto : kompasiana.com)

CITY GUIDE FM – Letak geografis Malang di daerah pegunungan membuat beberapa daerah memiliki jalanan dengan tanjakan dan turunan ekstrem. Sejumlah jalur berbahaya di Malang ini seringkali terjadi kecelakaan dan berpotensi longsor. Melansir berbagai sumber, berikut di antaranya :

Jurang Klampok/Jurang Mayit
Penamaan jalur yang ada di Bantur, Kabupaten Malang ini berasal dari kecuramannya yang tinggi, tikungan tajam, dan jalan yang sempit. Untungnya, sudah ada Jembatan Pelangi yang memudahkan orang-orang menuju area pantai selatan.

Jurang Susuh
Jalur penghubung Desa Giripurno, Kota Batu dengan Desa Karangploso, Kabupaten Malang ini memiliki tanjakan dan turunan yang curam. Apalagi pemandangan kanan kiri adalah sungai. Terdapat banyak kasus kecelakaan di sini, mulai rem blong hingga tidak kuat menanjak.

Baca juga :

Jalur Ngantang-Kasembon
Jalannya berkelok, gelap, menanjak, menurun, dan ada di sisi jurang. Jika kamu hendak ke Kediri dari Batu, maka perlu dua jalur ekstrem, yakni jalur Payung atau Klemuk dan jalur Ngantang-Kasembon.

Jalur Payung
Jalur penghubung Kota Batu dengan Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini hampir sama bahayanya dengan jalur Ngantang-Kasembon. Meskipun begitu, berbagai kendaraan, mulai motor, mobil, hingga truk dan bus, sering melintasi jalan ini.

Jalur Klemuk
Merupakan alternatif dari jalur Payung yang sama-sama menghubungkan Batu dan Pujon. Namun jalanan di jalur Klemuk lebih terjal dengan tanjakan tinggi dan turunan curam. Oleh karena itu, saat ini hanya motor dan mobil kecil saja yang boleh melintas.

Jalur Cangar
Jalur berbahaya di Malang yang satu ini juga mirip dengan jalur Payung, namun lebih panjang dan curam. Masyarakat biasanya menggunakan jalur ini sebagai alternatif Batu-Mojokerto atau Surabaya.

Jalur Purwodadi-Pandaan
Jalan penghubung Malang dengan Pandaan, Pasuruan, dan juga Surabaya ini kerap dilewati kendaraan besar. Oleh sebab itu, banyak lubang dan aspalnya bergelombang. Sehingga berbahaya untuk kendaraan kecil seperti sepeda motor.

Penulis : Faydina Rizki (magang)

Editor : Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Radio



x