2 Warga Kota Batu Meninggal dan 1 Dirawat Usai Tenggak Miras

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Tragedi minuman keras (miras) memakan korban jiwa di Kota Batu. Dua pria meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi minuman keras di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, pada akhir pekan lalu.
Kedua korban masing-masing berinisial KJ (36) warga Desa Oro-Oro Ombo, dan IH (29) warga Desa Beji. Keduanya meninggal dunia pada Senin (4/5/2026) setelah kondisi kesehatannya terus memburuk.
Kepala Desa Beji Deny Cahyono membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut salah satu korban merupakan warganya yang tinggal di Dusun Krajan
“Benar, satu warga Beji dan satu lagi warga Oro-Oro Ombo, ” ujarnya.
Ia mengaku masih belum mengetahui secara detail seperti apa kronologinya. Sebab, kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Usianya 30-an sudah punya anak satu,” jelasnya.
Sementara itu, Polres Batu dalam keterangan resminya pada Selasa (5/5/2026) pagi, membenarkan insiden tersebut. Selain dua korban meninggal dunia, satu orang lainnya berinisial DW (40) saat ini masih menjalani perawatan medis.
Berdasarkan penyelidikan awal, peristiwa ini bermula pada Minggu (3/5/2026) sore. Saat itu, DW menyiapkan minuman dalam sebuah wadah, yang kemudian mengonsumsinya bersama KJ dan IH di rumah kontrakannya.
Keesokan harinya, pada Senin (4/5/2026) pagi, ketiganya sempat terlihat beraktivitas di Pasar Among Tani sambil membawa botol berisi cairan yang kemungkinan berisi minuman keras tersebut. Sekitar pukul 07.30 WIB, mereka kembali ke rumah IH di Desa Oro-Oro Ombo dalam kondisi mabuk.
Kondisi mereka kemudian mulai memburuk pada Senin malam. IH mengeluh sakit perut dan mengalami gangguan penglihatan sebelum akhirnya dilarikan ke RS Baptis Batu. Namun, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Sementara itu, KJ meninggal dunia di rumahnya pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait jenis minuman tersebut serta penyebab pasti kematian mereka.
Editor: Intan Refa




