
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Bela diri hapkido bisa dikatakan masih bersaudara dengan taekwondo. Keduanya sama-sama berasal dari Korea, namun berbeda karakteristiknya. Taekwondo berakar dari bela diri karate sebagian besar berfokus pada gerakan kaki seperti menendang.
Walaupun ada teknik pukulan seperti sabetan, tusukan dan tangkisan. Tapi lebih dominan tendangan. Sebagaimana Namanya, tae artinya kaki atau menendang, kwon artinya tangan tau bertarung dan do yang artinya seni.
Sementara Hapkido berakar dari bela diri Aikido yang juga berasal dari Jepang. Hap artinya harmoni, ki artinya energi, kekuatan atau kehidupan dan do sebagai seni atau disiplin. Sehingga, Hapkido ini menjadi seni bela diri hybrid yang fokus pada kuncian sendi, gulat, bantingan, tendangan dan pukulan.
Ketua Pengurus Cabang Hapkido Kota Malang Robin Setiabudi mengatakan Hapkido merupakan perpaduan antara Taekwondo dan Aikido Jepang.
“Jadi Hapkido itu adalah perpaduan antara Aikido yang banyak bantingannya itu, lemah gemulai dan taekwondo. Lahirlah hapkido. Kalau hapkido ada pukulan, tendangan, bantingan dan kuncian. Yang paling kelihatan dominan itu adalah kunciannya,” kata Robin.
Perkembangan hapkido di Kota Malang sendiri, Robin mengakui masih kalah pamor dengan taekwondo. Kendati masyarakat belum begitu familiar Hapkido, cabang olahraga ini menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak Porprov IX Jatim 2025. Bahkan mendominasi pertandingan dengan memborong 8 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu.
Perolehan ini jauh melesat dari Porprov Jatim tahun 2023. Waktu itu, Kota Malang sebenarnya dapat 1 medali emas, namun panitia tidak memasukkannya dalam perolehan medali karena partisipasi atlet yang sangat minim.
Tentu capaian tahun 2025 menjadi bukti bahwa atlet hapkido Kota Malang sangat potensial jika mendapat pembinaan intensif. Memasuki tahun 2026, Robin punya rencana untuk menaikkan popularitas hapkido ke pelajar-pelajar di Kota Malang.
“Karena hapkido ini bisa dibilang masih cabor baru. Kita juga perlu banyak perekrutan atlet,” lanjutnya.
Robin meyakini, ada banyak bibit-bibit atlet Hapkido di Kota Malang yang bisa dibina lebih intensif lagi. Agar Kota Malang tetap dapat mempertahankan prestasi di kancah pertandingan bergengsi. (adv)
Editor: Intan Refa




