Ijen TalkNews

Sosialisasi Secara Masif Soal Adanya Dokumen Berbentuk Braille Dinilai Perlu Terus Dilakukan

Dokumen Istimewa

Hari ini (24/01) waktu bincang talkshow dengan radio City Guide, direktur Yayasan “Waroeng Inklusi” Malang Afifah Setiani berharap, dengan adanya inovasi dari Dispendukcapil membuat dokumen huruf braille untuk tuna netra, harusnya diriingi juga dengan sosialisasi yang lebih masif. Dia menilai, program itu sangat bagus, tapi sayangnya belum banyak tuna netra yang tau. 

Kata Afifah, sosialisasi sepertinya perlu lebih banyak dilakukan secara langsung, daripada lewat media sosial. Menurutnya, kalau sosialisasi banyak dimedia sosial, justru kurang mengena, karena kebanyakan disabilitas masih memakai hp yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Afifah juga menyarankan, untuk memaksimalkan sosialisasi, Dispendukcapil bisa masuk ke organisasi tuna netra, dan bekerjasama dengan beberapa lembaga yang peduli disabilitas. Dia berpendapat, supaya sosialisasi lebih efisien, nantinya bisa diadakan pertemuan bersama, khususnya dengan tuna netra. (ERIKA ROSA)

Sumber : City Guide 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Radio


x
%d blogger menyukai ini: