KhazanahNews

Seabad NU Berkiprah di Pendidikan, Ekonomi dan Sosial

Ketua PCNU Kota Malang KH Dr Isroqunnajah M Ag. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Tahun ini, Nahdlatul Ulama (NU) telah mencapai satu abad berkiprah di Nusantara. Sebagai ormas dengan pengikut terbanyak di Indonesia ini, NU telah menjejakkan perannya di bidang pendidikan, ekonomi dan sosial.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang KH Dr Isroqunnajah MAg menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya, NU memang fokus pada penguatan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan umat.

“NU hadir untuk memberdayakan masyarakat di banyak sektor, dan yang paling dominan adalah pendidikan. Ciri khas NU itu pondok pesantren,” ujar Isroqunnajah.

Di Kota Malang, pesantren tumbuh pesat. Sedikitnya ada 40 pesantren NU yang aktif. Mulai dari yang tertua seperti Pondok Pesantren Gading yang berdiri jauh sebelum kemerdekaan. Hingga pesantren modern yang saat ini banyak menampung mahasiswa.

Selain pesantren, NU juga mengelola lembaga pendidikan formal melalui Lembaga Ma’arif. Mulai dari Raudhatul Athfal (RA)/TK, SD/MI, SMP, SMA, SMK hingga perguruan tinggi. Misalnya, Universitas Islam Malang (Unisma) serta STAI Ma’had Aly Al-Hikam.

Gus Is, sapaannya, mengklaim hampir lima kecamatan Kota Malang terdapat sekolah NU yang mewakili semua jenjang pendidikan. Menurutnya, yang unik dari lembaga pendidikan NU terletak pada pola kepemilikannya yang beragam.

Ada yang sepenuhnya milik NU, ada yang berdiri atas wakaf tokoh NU, serta ada pula yayasan keluarga yang tetap mengelola sekolah. Walaupun, secara kurikulum dan administrasi akademik tetap berada di bawah Lembaga Ma’arif NU.

Animo masyarakat terhadap sekolah NU pun terus meningkat. Beberapa lembaga bahkan membuka cabang baru karena pendaftar membludak dalam waktu singkat.

“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat masih sangat baik,” jelas Gus Is, saat ditemui reporter City Guide FM, Rabu (4/2/2026).

Dalam pembinaan karakter generasi muda, NU mengandalkan organisasi kepemudaan seperti Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ansor.

Tak hanya di bidang pendidikan, NU juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM. Program yang dijalankan meliputi sertifikasi produk halal, digitalisasi pemasaran, hingga penghubungan pelaku usaha dengan perbankan dan pemodal.

“Masalah terbesar UMKM biasanya pemasaran. Kita bantu lewat platform digital dan media sosial agar produk mereka lebih dikenal,” katanya.

Di sektor sosial-keagamaan, NU rutin menggelar kegiatan pembinaan masyarakat yang dikemas dalam pertemuan bulanan. Meliputi pengajian, sembako murah, layanan kesehatan gratis, servis motor gratis, hingga terapi pijat tradisional.

Tradisi keagamaan seperti tahlilan, manaqiban, dan berbagai ritual sosial juga terus dirawat sebagai sarana mempererat interaksi masyarakat sekaligus membantu warga kurang mampu.

Namun demikian, NU menghadapi tantangan besar di era digital, khususnya terkait pengaruh gadget terhadap anak-anak dan remaja. Menurut Gus Is, pendampingan orang tua dan lembaga pendidikan menjadi kunci agar generasi muda tidak terpapar konten negatif.

Menatap masa depan, PCNU Kota Malang berkomitmen menjaga iklim toleransi yang selama ini menjadi kekuatan di Kota Malang.

“Kota Malang ini luar biasa toleransinya. Saat ada kegiatan besar NU, saudara-saudara dari Muhammadiyah, Kristen, dan Katolik ikut membantu. Ada yang memfasilitasi parkir, bahkan sampai menunda kebaktian,” tuturnya.

Menurutnya, perbedaan adalah keniscayaan yang harus terus dirawat agar kota Malang tetap menjadi kota yang damai dan sejuk.

Reporter: Heri Prasetyo

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button