NewsOlahraga

Safira, Atlet Hapkido Kota Malang Pilih Korbankan Kerja Part Time

Atlet hapkido Kota Malang Nurani Safira Abadi. (Foto: Hapkido Kota Malang)
Atlet hapkido Kota Malang Nurani Safira Abadi. (Foto: Hapkido Kota Malang)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Semula Nurani Safira Abadi adalah seorang pesilat yang nyaris menyerah dengan mimpinya akibat cedera. Untungnya, ada seorang kawan yang memperkenalkannya pada olahraga hapkido yang berhasil mengubah pikirannya.

Walaupun ada bayang-bayang trauma akibat cedera, ia memutuskan tetap mencoba mempelajari bela diri ini. Beralih dari atlet silat menjadi atlet hapkido sudah tentu menjadi tantangan tersendiri buat Safira.

“Apalagi saya kan ngga cuma atlet, tapi juga mahasiswa dan pekerja paruh waktu (part time). Pasti membagi waktu itu sulit jadi harus ada yang dikorbankan,” kata Safira.

Dengan berat hati, ia memutuskan untuk melepas pekerjaan part time-nya untuk fokus latihan dan kuliah. Ia bertekad ingin kembali ke arena pertandingan dan memulihkan era emasnya.

“Yang membuat saya tetap bertahan itu, sebenarnya kita latihan itu juga media pelampiasan. Rasa kesel atau sedih itu bisa kita lampiaskan di latihan,” lanjutnya.

Menurut mahasiswi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang ini, selain harus memiliki fisik yang prima dan penguasaan teknik, kekuatan mental juga menjadi salah satu faktor penentu.

“Kalau kita mempunyai teknik yang bagus tapi mental jelek, kita jarang bisa jadi juara. Tapi kalau mental kita bagus tapi keterampilan fisik kita ga bagus ya percuma. Jadi semua itu jadi satu kesatuan,” ujarnya.

Untuk mendapatkan itu, perlu jam terbang serta kebiasaan latihan. Safira biasanya melakukan latihan setiap hari, libur satu hari. Jam tidur juga tidak boleh terlalu malam, maksimal pukul 22.00 WIB harus sudah istirahat. Esoknya, bangun pagi pukul 05.00 WIB, lanjut latihan.

Yang tak kalah penting adalah mengikuti program latihan dari pelatih. Meski baru bergabung, Safira langsung berhasil meraih satu medali emas pada kategori daryun (fight). Atlet berusia 20 tahun ini juga berhasil meraih medali perak pada Kejurnas Hapkido di Surabaya tahun 2025.

Bagi Safira, ada banyak pelajaran hidup yang ia dapatkan selama menekuni hapkido yang berguna di kehidupannya sehari-hari.

“Saya jadi orang yang tegas dan kuat, baik mental dan fisik. Lalu jadi mudah memutuskan sesuatu, lebih punya tekad. Sehingga kalau saya menginginkan sesuatu harus saya kejar sampai dapat. Misalnya, saya pengen mobil atau motor, bagaimanapun caranya selagi halal pasti saya kejar sampai dapat,” ungkapnya.

Target terdekatnya, ia ingin bisa bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON). Bahkan ia bertekad bisa naik podium. Safira telah membuktikan bahwa keterpurukan bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan. (adv)

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button