Refleksi, Kenapa Bencana Alam Makin Sering Terjadi?

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto menyampaikan bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2025, kebanyakan berupa tanah longsor. Ada beberapa daerah yang rawan longsor seperti lereng Gunung Bromo-Poncokusumo, Pujon, Ngantang dan Kasembon.
“Khususnya daerah Poncokusumo, ketika hujan terjadi lebih dari 4 jam, potensi tanah longsor menjadi besar,” kata Purwoto.
Sedangkan mulai awal Januari 2026, pihaknya menghitung sudah ada 45 bencana yang terjadi di Kabupaten Malang. Jika ditarik ke belakang, pada tahun 2024 tercatat ada 230 bencana, tahun 2025 ada 436 bencana.
“Data dari Provinsi Jawa Timur, daerah yang paling banyak dan rawan bencana adalah posisi pertama itu Pacitan. Nomor dua Trenggalek dan nomor tiga ada Kabupaten Malang,” lanjutnya.
Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup dan Penanganan Bencana Pengurus Daerah Muhammadiyah (MLHPB PDM) Kota Malang Muhammad Fathoni memandang banyaknya bencana yang terjadi beberapa bulan terakhir, karena adanya anomali cuaca yang memicu cuaca ekstrem.
“Yang perlu diingat dan sangat penting, bencana diakibatkan perilaku manusia. Seperti deforestasi, alih fungsi lahan sampai urbanisasi,” kata Fathoni.
Fathoni menambahkan langkah responsif ketika terjadi bencana itu penting sekali khususnya di daerah rawan di Malang Raya. Tentunya peran masyarakat juga penting untuk upaya mitigasi bencana.
BPBD juga bisa memaksimalkan program-program yang dimiliki. (WL)
Editor: Intan Refa



