
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Ketua Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kota Malang Thomas Tri Budi Darma memperkuat regenerasi atlet melalui berbagai kejuaraan, seleksi dan latihan berjenjang. Apalagi jumlah anggota taekwondo terus bertambah yang sangat menguntungkan dalam menjaring bibit-bibit atlet.
“Dengan bertambahnya anggota taekwondo di Kota Malang, kita juga akhirnya bisa mendapatkan banyak atlet, calon atlet untuk talent scouting. Yang saya imbau ke club taekwondo Kota Malang adalah melakukan pembinaan sejak dini. Jadi latihan dari umur SD dan SMP dilakukan kelas atlet,” jelas Thomas.
Mereka yang berlatih mandiri di masing-masing klub taekwondo, dapat mengikuti seleksi di Kota Malang untuk melihat potensinya. Menariknya, saat melakukan seleksi, Thomas menggunakan alat bernama Protector Scoring System (PSS).
Alat ini dapat melakukan penilaian secara objektif dengan menggunakan sensor untuk menangkap kekuatan dan ketepatan tendangan. Dengan demikian, upaya ini harapannya dapat mencetak atlet yang benar-benar berkualitas.
Kata Thomas, calon atlet taekwondo harus secara konsisten mengikuti kejuaraan. Baik kejuaraan yang digelar oleh pemerintah, maupun turnamen antarclub. Semakin tinggi jam terbang atlet muda, jadi kunci dalam mencetak mental atlet yang siap bersaing di level lebih tinggi.
Seperti satu atlet asal Kota Malang yang menjalani tes untuk dapat melaju di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia menjadi salah satu pelecut bagi atlet taekwondo muda yang lain.
“Untuk hasil dari Porprov ini, kita kemarin yang lolos hanya 1. Kayla yang di SMAN Olahraga kebetulan sekarang tes untuk PON. Sebenarnya sudah ada atlet yang mau diundang pra PON, PON bela diri juga ada. Tapi ternyata ada pembatasan dari KONI, akhirnya hanya turun 3 atlet,” lanjutnya.
Dengan sistem pembinaan yang terarah, seleksi berjenjang, serta pemanfaatan teknologi dalam penjaringan atlet, TI Kota Malang optimistis mampu melahirkan atlet yang kuat dan berkesinambungan.
Editor: Intan Refa




