Penukaran Uang Baru Marak di Malang, Waspada Uang Palsu

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Tingginya permintaan uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri, membuat peluang bisnis penukaran menjamur di Kota Malang. Mereka biasa membuka layanannya di tepi jalan yang mudah ditemukan masyarakat.
Padahal, Bank Indonesia telah menyediakan layanan penukaran secara online via pintar.bi.go.id. Tentu dengan sejumlah persyaratan, salah satunya adalah jumlah penukaran per-KTP maksimal Rp5,3 juta.
Saat reporter City Guide FM menemui salah satu penyedia jasa penukaran uang baru di salah satu ruas jalan Kota Malang sebut saja B mengaku menyiapkan modal sekitar Rp30-40 juta. Modal tersebut ia gunakan untuk menyediakan berbagai pecahan uang baru. Mulai dari Rp2.000, Rp5.000 dan Rp20.000.
“Usaha ini sudah saya jalankan kurang lebih 10 tahun. Setiap Ramadan pasti buka karena permintaan selalu ada,” katanya, Sabtu (7/3/2026).
Dalam sehari, jumlah penukaran uang bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta, terutama ketika mendekati Hari Raya Idulfitri. Ia bisa meraup keuntungan sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari.
Baca juga:
Polresta Malang Kota Selidiki Peredaran Uang Palsu Nyaris Rp100 Juta
Saat ditanya dari mana ia mendapatkan uang baru dalam jumlah tersebut, ia mengaku tidak memperolehnya dari bank langsung. Melainkan dari pemasok yang telah menyiapkan dana sebelum Ramadan.
“Biasanya ada pemasok atau bos yang sudah menyiapkan uang sebelum puasa. Nanti menjelang Lebaran kami mengambil dari mereka,” ujarnya.
Bahkan Ketika pasokan menipis, ia harus mendatangkan uang baru dari luar kota seperti Surabaya hingga Jakarta. Ia tetap menjalankan usaha tersebut setiap tahun karena cukup menjanjikan sebagai peluang usaha musiman saat Ramadan.
Melihat penyedia jasa penukaran bisa mendapatkan uang dalam jumlah besar tersebut, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Dedy Prasetyo mengatakan tidak tahu menahu dari mana asal muasal pemasok tersebut.
“Sejauh ini kami belum punya informasi secara pasti asal usulnya,” kata Dedy kepada City Guide FM.
Ia menegaskan kembali bahwa layanan penukaran uang resmi Bank Indonesia kepada masyarakat dilakukan secara langsung lewat kas keliling dan bekerjasama dengan perbankan. Mekanismenya penukarannya melalui aplikasi pintar.bi.go.id. Termasuk penukaran uang pecahan kecil yang baru.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati apabila menukarkan uang di luar layanan BI maupun loket resmi perbankan. Agar tidak mengalami hal-hal yang dapat merugikan,” tegasnya.
Imbauan ini juga selaras dengan temuan Polresta Malang Kota yang telah menangkap 3 pelaku pengedar uang palsu senilai ratusan juta rupiah. Petugas saat ini masih memetakan sindikat dan jaringannya.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




