Pemkot Malang Apresiasi 9 Kartini Kota Malang

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Dalam memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi kepada sembilan perempuan inspiratif yang berkontribusi dalam pembangunan daerah. Penghargaan mencakup berbagai bidang, seperti ketahanan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberdayaan disabilitas.
Peringatan bertema Perempuan Berdaya, Indonesia Maju pada Selasa (21/4/2026), Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dan kontribusi nyata di berbagai sektor kehidupan.
“Perempuan tidak hanya hadir sebagai pelengkap. Tetapi juga sebagai penggerak, inovator, dan pemberi dampak ekonomi di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kiprah perempuan di Kota Malang telah terlihat dalam berbagai bidang, mulai dari usaha mikro, pendidikan, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan. Bahkan, tidak sedikit yang menjadi motor penggerak UMKM dan komunitas berbasis pemberdayaan.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak perempuan tangguh dan inovatif yang mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat,” kata Wahyu.
Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan hak dan kesempatan bagi perempuan. Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya akses, tetapi juga keberanian perempuan untuk mengambil peran strategis.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari upaya mendorong apresiasi terhadap perempuan berdedikasi.
“Mereka dipilih berdasarkan kontribusi nyata dalam pendampingan dan penyelesaian persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya.
Salah satu penerima penghargaan adalah perempuan pekerja ojek daring yang aktif menggerakkan komunitas pemberdayaan ekonomi Gaspol. Komunitas ini mendorong anggotanya untuk mengembangkan usaha mandiri melalui pelatihan dan pendampingan.
Ini menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran kunci dalam menciptakan perubahan dan mendorong kemajuan kota secara berkelanjutan.
Editor: Intan Refa




