Ekonomi BisnisNews

Pembiayaan di Lembaga Syariah Lampaui Konvensional

Kepala OJK Malang Farid Faletehan. (Foto: Intan Refa)
Kepala OJK Malang Farid Faletehan. (Foto: Intan Refa)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang merilis perkembangan penyaluran kredit di wilayah kerjanya (Malang Raya, Kota dan Kabupaten Probolinggo serta Kota dan Kabupaten Pasuruan). Secara umum, penyaluran kredit tumbuh sebesar 4,53 persen secara year on year (yoy), dari Rp104,3 triliun pada November 2024 menjadi Rp109 triliun pada November 2025.

Kepala OJK Malang Farid Faletehan merinci, pembiayaan kredit di lembaga keuangan syariah melampaui lembaga keuangan konvensional. Pertumbuhan pembiayaan pada bank umum konvensional tercatat sebesar 4,34 persen yoy (Rp100 triliun), sedangkan bank umum syariah sebesar 5,37 persen (Rp6,26 triliun) yoy.

Lalu pertumbuhan kredit bank perkreditan rakyat (BPR) meningkat sebesar 10,19 persen yoy (Rp1,99 triliun). Sementara pada BPRS, pertumbuhan kreditnya naik 23,26 persen yoy (Rp239,6 miliar).

“Perlu jadi catatan, ini syariah di Malang melebihi pertumbuhan konvensional. Jadi potensi (lembaga keuangan) syariahnya masih tinggi,” jelas Farid.

Lebih jauh, persebaran kredit perbankan di masing-masing wilayah juga relatif meningkat, kecuali Kabupaten Malang. Per November 2025, penyaluran kredit di Kota Malang tercatat sebesar Rp29,9 triliun, naik 7,18 persen yoy. Lalu Kabupaten Malang penyaluran kreditnya mencapai Rp30 triliun, turun 0,48 persen dari tahun sebelumnya.

Lanjut Kota Batu penyaluran kreditnya mencapai Rp3 triliun (naik 5,5 persen), Kota Pasuruan sebesar Rp5,2 triliun (naik 8,6 persen), Kabupaten Pasuruan sebesar Rp17 triliun (naik 1 persen). Kemudian penyaluran kredit Kabupaten Probolinggo tercatat Rp12,7 triliun (naik 7 persen) dan Kota Probolinggo sebesar Rp10,8 triliun (naik 12,9 persen).

Sayangnya, tingkat Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di Malang Raya masih relatif tinggi meskipun masih di bawah 5 persen. Secara berurutan, Kota Batu memiliki tingkat NPL tertinggi yaitu 4,96 persen.

Lalu NPL Kabupaten Malang 3,11 persen, Kabupaten Pasuruan 3,02 persen dan Kota Malang 2,86 persen. Sedangkan NPL Kota Pasuruan 2,14 persen, Kabupaten Probolinggo 1,89 persen dan Kota Probolinggo 1,42 persen.

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button