NewsPemerintahan

Pasar Murah di Kecamatan Klojen Ditunda Cegah Potensi Kericuhan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat meninjau kesiapan pasokan energi jelang mudik Lebaran. (Foto: Heri Prasetyo)
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat meninjau kesiapan pasokan energi jelang mudik Lebaran. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pasar murah yang seharusnya berlangsung di Kecamatan Klojen hari ini terpaksa ditunda. Penundaan ini imbas kericuhan yang terjadi di Kecamatan Kedungkandang akibat membludaknya antrean warga yang ingin mendapatkan paket sembako murah.

Kericuhan terjadi saat warga berdesakan untuk mendapatkan paket sembako hingga menyebabkan pagar lokasi kegiatan jebol. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan lonjakan jumlah warga yang datang ke pasar murah kali ini di luar perkiraan.

“Memang kemarin itu di luar dugaan dan di luar prediksi. Selama ini ketika kami mengadakan Gerakan Pangan Murah tidak pernah sampai sebanyak itu,” kata Wahyu, Rabu (11/3/2026).

Baca juga:

Warga Kedungkandang Berebut Antrian Paket Sembako Murah, Pagar Kecamatan Jebol

Ia menilai masyarakat mulai khawatir imbas isu panic buying di tengah beredarnya isu terkait kemungkinan kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi dalam pelaksanaan pasar murah.

“Kami mohon maaf apabila pelaksanaan pasar murah kemarin menimbulkan kegaduhan, bahkan kericuhan dan ada beberapa masyarakat yang belum bisa mendapatkan paket sembako,” kata Eko.

Ia juga menerima masukan dari masyarakat baik melalui pesan singkat maupun media sosial akan menjadi bahan evaluasi. Maka untuk sementara pelaksanaan pasar murah ditunda sambil menyiapkan skema baru agar lebih tertib dan tepat sasaran.

“Kalau kemarin berdasarkan KTP, nanti akan berdasarkan kupon. Kupon tersebut akan didistribusikan oleh wilayah masing-masing agar lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Meski demikian, jumlah paket sembako yang disediakan tetap sama yakni sebanyak 1.300 paket tiap kecamatan. Pihaknya juga mengusulkan penambahan hingga 5.000 paket untuk tahun depan agar dapat memperluas jangkauan penerima manfaat.

Reporter: Heri Prasetyo

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button