Mencari Solusi Efektif Persoalan Balap Liar

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – KBO Satlantas Polresta Malang Iptu Saiful Husein mengakui bahwa balap liar seolah muncul terus menerus tanpa henti. Keinginan pamer remaja-remaja yang butuh validasi itu tampaknya sulit terbendung. Salah satu solusi untuk menekan tindakan tidak terpuji dengan rutin melakukan patroli di sejumlah ruas jalan yang rawan balap liar.
“Pada tahun 2025 kita melaksanakan operasi serentak atau operasi balap liar. Sehingga, balapan liar mengalami penurunan setelah penindakan. Namun akhir September ini mulai meningkat lagi. Oleh karena itu, kami akan melakukan langkah yang sudah kami lakukan pada saat 2025. Pada saat ini kami akan memberi pola-pola yang lebih humanis,” terang Iptu Saiful.
Dari hasil penelusurannya, balap liar ini muncul antara pukul 24.00 di tempat yang tidak tentu atau acak. Setidaknya dari hasil strong point atau patroli keliling, berbagai tempat yang sudah dipetakan antara lain Jalan Veteran, Jalan Ciliwung, Jalan Panorama, Jalan Ahmad Yani atau sekitar Hotel Alana Malang, dan Jalan Soekarno Hatta.
Pihaknya tidak mengenyampingkan tindakan tegas. Akan tetapi lebih mendahulukan tindakan persuasif seperti memberikan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Selain itu, dari hasil pengamatannya, tidak semua murid yang mengendarai motor ke sekolah, memarkirkan kendaraannya di sekolah. Dengan demikian, pihak sekolah dapat memberikan aturan bahwa motor yang tidak sesuai aturan tidak boleh masuk.
Simak di sini:
Namun ternyata, banyak dari mereka yang parkir di luar sekolah. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pemetaan pada kantong-kantong parkir di luar sekolah agar menolak kendaraan yang tidak layak beroperasi di jalan raya. Kemungkinan, pada pertengahan Oktober ini, jajarannya akan melakukan penindakan operasi balap liar.
Dari pandangan akademisi, Wakil Dekan II FISIP Universitas Muhammadiyah Malang Dr Luluk Dwi Kumalasari SSos MSi menyebut ada faktor internal dan eksternal yang melatarbelakangi para remaja ini melakukan aksi balap liar.
“Salah satu faktor internalnya adalah pengendalian. Kita pahami bahwa remaja itu kurang bisa melakukan pengendalian. Persoalan emosional yang begitu tinggi, kontrol emosi rendah, serta prioritas mereka saat ini adalah mencari sensasi lalu mengunggahnya di media sosial. Pikiran mereka masih relatif pendek, mereka tidak berpikir dengan balap liar ini, risiko atau dampak yang dia hadapi seperti apa,” jelas Luluk.
Baca juga:
Masalah Balap Liar, Bagaimana Bisa Tuntas?
Para remaja ini enggan memikirkan, apakah perilakunya melanggar norma atau aturan. Yang terpenting bagi mereka adalah eksistensi dan validasi dari lingkungan sekitarnya. Apalagi, lingkaran pertemanan di era digital semakin memudahkan mereka mempengaruhi maupun dipengaruhi.
“Kita juga harus menyadari bahwa memang ada remaja yang hobinya balapan tapi tidak tersalurkan dengan baik. Sehingga mereka turun ke jalan umum untuk menyalurkan kemampuannya,” lanjutnya.
Ia mengingatkan masyarakat telah cukup menoleransi keterbatasan anggaran pemerintah untuk memfasilitasi kenakalan remaja ini. Namun, jika dampak yang timbul ini semakin negatif, maka menurutnya perlu ada tindakan tegas dari pihak berwajib maupun pemerintah.
Baca juga:
Operasi 2 Malam, Polresta Malang Kota Sita Motor Balap Liar
Sebab, ia melihat ada faktor ekonomi di balik balap liar. Contohnya seperti taruhan atau perjudian dan jual beli miras. Oleh karena itu, menurutnya menyediakan sirkuit untuk mewadahi kemampuan mereka agar tidak tersebar di jalanan umum.
“Kemarin kita lihat di Mandalika, senang banget melihat para pembalap-pembalap profesional di level dunia, menyalurkan hobinya dengan penghargaan yang tinggi. Itu bagi remaja saat ini, ada yang mungkin beranggapan, saya bisa melakukan itu, saya bisa mencapai prestasi yang tertinggi ini. Jadi kurang fasilitas,” lanjutnya.
Walaupun memang, gagasan ini tidak seluruhnya setuju. Ada yang beropini, mereka keberatan jika pelaku balap liar malah mendapat fasilitas. Sementara masyarakat yang tertib berlalu lintas justru tidak mendapat apresiasi.





