Menaker: Mismatch Skill dan Kebutuhan Industri Masih Jadi PR

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Menteri Ketenagakerjaan Prof Yassierli menilai saat ini persoalan dunia kerja adalah adanya mismatch antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan di industri. Perlu ada kolaborasi antara perguruan tinggi, industri dan pemerintah.
Dalam mendukung kesiapan tenaga kerja, Kementerian Ketenagakerjaan menjalankan berbagai program. Salah satunya program magang nasional dengan target 100 ribu peserta. Program ini merupakan inisiasi Presiden dan dilaksanakan selama enam bulan untuk memberikan pengalaman langsung di dunia kerja.
“Kami punya program magang nasional dengan target 100 ribu peserta. Alhamdulillah target itu sudah terpenuhi, baik di industri maupun di kementerian. Antusiasmenya luar biasa,” jelasnya saat menghadiri Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya, Senin (5/1/2026).
Meski tidak ada kewajiban perusahaan untuk merekrut peserta magang, peluang kerja tetap terbuka bagi peserta yang menunjukkan kinerja baik. Ke depan, program magang akan kembali dibuka setelah Maret 2026.
Selain itu, Prof Yassierli juga menyinggung perkembangan teknologi, termasuk Akal Imitasi (AI) yang menurutnya tidak sepenuhnya menggantikan tenaga manusia. Tetapi justru membuka peluang jenis pekerjaan baru.
“Lapangan kerja terus bertambah, tetapi belum sepenuhnya mampu menyerap pengangguran secara signifikan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkapnya.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




