
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Regenerasi atlet memang menjadi tantangan tersendiri bagi cabang olahraga mana pun, termasuk kriket. Apalagi, cabang olahraga ini masih perlu sosialisasi masif ke berbagai sekolah untuk menarik minat para pelajar sebagai calon penerus.
Sekretaris Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Malang Taufik mengatakan dalam melakukan pembinaan tersebut, pihaknya tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan maksimal, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
“Pembinaan selain dukungan finansial atau anggaran, kita juga perlu dukungan berupa homebase, seperti saya sampaikan kemarin waktu rakor di KONI Kota Malang. Bahwa kita perlu lapangan latihan kriket untuk berlatih,” jelas Taufik.
Saat ini, para atlet kriket menggunakan Lapangan Amprong untuk latihan. Hanya saja, karena itu lapangan milik umum sehingga perlu bergantian.
Selain regenerasi, Taufik menuturkan bahwa pendanaan juga masih menjadi kendala utama. Meski sokongan pemerintah sangat penting, keterlibatan pihak swasta menurutnya mampu memberi dampak signifikan terhadap kelangsungan pembinaan atlet.
Sejauh ini, baru segelintir pihak swasta telah ikut ambil bagian dalam mendukung event pertandingan kriket. Salah satunya perusahaan penyedia alat olahraga di Malang yang sering menjadi sponsor.
“Untuk saat ini ada beberapa tapi tidak terlalu besar. Kayak @bola_malang itu sering support kita kayak ngasih bola dan seterusnya. Apalagi ini olahraga tim itu butuh pendanaan yang relatif besar. Jadi kita perlu support dari swasta untuk kegiatan-kegiatan,” lanjutnya.
Menyongsong Porprov X Jatim 2027 mendatang, pihaknya tidak memasang target muluk-muluk. Bisa mempertahankan prestasi di Porprov IX itu sudah cukup bagus.
Dengan mensinergikan pembinaan, dukungan pemerintah, serta keterlibatan sektor swasta, PCI Kota Malang optimistis kriket dapat terus berkembang dan menjaga prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. (adv)
Editor: Intan Refa




