News

KPUD Kota Malang Sebut Partisipasi Pemilih Di Pemilu 2024 Akan Naik

Sejumlah persiapan menuju gelaran pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang melakukan sosialisasi tahapan Pemilu 2024 kepada masyarakat dan unsur media, Selasa (22/11/22).

Tahapan ini sudah berlangsung sejak Juni 2022 lalu. Dan saat ini tengah memasuki tahapan verifikasi peserta Pemilu. Nantinya, 14 Desember 2022, akan direncanakan penetapan peserta Pemilu 2024.

Ketua KPU Kota Malang, Aminah Asminingtyas mengatakan, Pemilu saat ini memiliki empat posisi. Yakni, memilih anggota DPR RI, yang sementara ini masih 575 kursi karena belum ada Perpu baru terkait tambahan 3 daerah otonomi baru di Papua.

Kemudian, posisi kedua adalah memilih Presiden dan Wapres. Ketiga memilih anggota DPRD baik provinsi maupun kabupaten/kota. Terakhir memilih DPD RI.

“Nanti, akan ada empat posisi di hari yang sama. Sehingga nanti di TPA ada lima kotak suara. Persis seperti Pemilu 2019,” ujarnya kepada City Guide FM.

Dirinya menyebut, Sosialisasi ini juga untuk mendorng partisipasi warga Kota Malang. Dalam waktu 2014-2019 lalu, tren partisipasi pemilih di Kota Malang naik sebanyak 13,64 persen.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Karena, Kota Malang sebagai salah satu daerah yang menggelar Pemilihan Walikota (Pilwali) tahun 2013 dan 2018.

“Tahun 2013 & 2018 ada peningkatan partisipasi pemilih sebesar 0,43 persen. Jadi, pada tahun 2024 nanti pemilih di Kota Malang bakal lebih naik lagi,” tuturnya.

Dirinya juga menambahkan, Tahapan Pemilu 2024 akan berakhir pada 20 Oktober 2024. Sebab saat itu dijadwalkan pengucapan sumpah dan janji Presiden serta wakilnya.

“Sedangkan, pengucapan sumpah dan janji DPRD tingkat provinsi dan kota/kabupaten disesuaikan dengan akhir masa jabatan masing-masing anggota,” pungkasnya.

Komisioner KPU Kota Malang Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Muhammad Toyib menyatakan, pihaknya memfokuskan kelompok rentan agar mereka bisa maksimal ikut berpartisipasi.

Selain itu, KPU Kota Malang juga menaruh perhatian terhadap kawasan yang rawan konflik. “Itu kelompok yang kami anggap penting agar bisa berpartisipasi bersama-sama,” kata Toyib. (Ok)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Radio



x
%d blogger menyukai ini: