Ekonomi BisnisNews

Koperasi SAE Pujon Punya Cara Permudah Peternak Cari Pakan

Sekretaris Umum Koperasi SAE Pujon Nur Kayen. (Foto: Asrur Rodzi)
Sekretaris Umum Koperasi SAE Pujon Nur Kayen. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KABUPATEN MALANG – Terinspirasi dari layanan ojek online, Koperasi Susu SAE Pujon mengeluarkan layanan serupa yaitu Go Gress. Layanan ini dirancang untuk memudahkan para peternak sapi perah dalam mendapatkan pasokan pakan berkualitas tanpa harus mencari rumput secara mandiri.

Sekretaris Umum Koperasi SAE Pujon Nur Kayen menjelaskan bahwa Go-Gress merupakan layanan pesan antar pakan di bawah unit bisnis koperasi.

“Bagaimana peternak itu semakin hari semakin nyaman untuk peternak sapi. Jangan sampai kemudian peternak itu ngomong bahwa melihara sapi itu menyulitkan. Sulit. Harus cari rumput dan sebagainya,” kata Nur Kayen menjelaskan latar belakang inovasi tersebut.

Baca juga:

Menko Bidang Pangan Dorong Hilirisasi Susu di Pujon

Sejak meluncur pada tahun 2024, Go-Gress telah membantu peternak mengefisiensi biaya produksi. Dengan kepastian pasokan pakan, peternak dapat lebih fokus pada manajemen kesehatan sapi dan peningkatan kualitas susu.

“Kita tinggal bisa menghitung produktivitasnya berapa, biayanya berapa, cost produktivitasnya berapa, hingga keuntungan saya berapa,” tambah Nur Kayen.

Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya koperasi dalam menjaga food safety dan kualitas susu di tingkat hulu. Kata Nur Kayen, apa yang dimakan oleh sapi akan tercermin pada kualitas susu yang dihasilkan, yang akan mempengaruhi harga jual di pasar industri.

Saat ini, Koperasi SAE Pujon mencatatkan angka produksi susu segar mencapai 130 ton atau 130.000 liter per hari. Sebanyak 98 persen dari total produksi tersebut dijual dalam bentuk susu segar ke berbagai mitra Industri Pengolahan Susu (IPS) besar. Seperti Nestle, Frisian Flag, Diamond, hingga Ultra Jaya. Baru sisanya 2 persen, koperasi mengolahnya secara mandiri.

Keberadaan Go-Gress juga berkaitan erat dengan target koperasi untuk mendongkrak produktivitas. Nur menyebutkan bahwa koperasi menargetkan kenaikan rata-rata produksi dari 14 liter menjadi 17 liter per ekor sapi pada tahun ini. Jika tercapai, total produksi harian bisa melonjak hingga 157 ton.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button