Jangan Disiram Air! Ini Cara Tepat Menangani Kebakaran Listrik

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Kebakaran akibat gangguan kelistrikan merupakan salah satu jenis kejadian yang sering dilaporkan. Namun, banyak masyarakat yang belum memahami bahwa menangani kebakaran listrik memerlukan prosedur khusus yang berbeda dengan kebakaran benda padat lainnya.
Kabid Pencegahan Dinas Damkar Kota Batu Santoso Wardoyo mengungkapkan bahwa kebakaran listrik masuk dalam kategori Kelas C. Dalam prosedur keselamatan, pantangan terbesar dalam menangani kebakaran listrik adalah penggunaan zat cair atau air sebagai media pemadam.
“Penanganan kelas C itu yang paling harus diingat, tidak boleh menggunakan zat cair. Air bersifat konduktor atau pengantar listrik. Khawatirnya, apinya memang padam, tapi orang yang menyemprot ikut ‘padam’ juga karena tersengat listrik (kesetrum),” jelas Santoso dengan nada peringatan.
Baca juga:
Damkar Kota Batu Siapkan Alat Pemadam Kelas C untuk Ducting
Solusi yang paling aman, Santoso menyarankan masyarakat untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan isi serbuk kimia atau powder ABC. Label “ABC” pada tabung APAR menandakan bahwa alat tersebut efektif untuk memadamkan kebakaran benda padat (A), benda cair (B) dan elektrikal (C).
Serbuk kimia ini bekerja dengan cara memutus rantai reaksi kimia api tanpa menghantarkan arus listrik ke pengguna. Namun, sebelum mulai memadamkan, langkah paling krusial adalah memutus aliran listrik dari pusatnya.
“Pastikan aliran listrik putus dulu. Matikan meteran atau sekring rumah. Ini penting karena kabel listrik bukan sekadar pengantar arus, tapi juga pengantar api dan asap yang sangat cepat,” tuturnya.
Santoso menjelaskan bahwa pelapis kabel yang terbuat dari karet atau plastik merupakan bahan yang sangat mudah terbakar. Jika api sudah merambat melalui kabel, tetesan plastik yang terbakar dapat memicu kebakaran di area lain dengan sangat cepat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan APAR di rumah dan gedung perkantoran menjadi kewajiban yang mutlak demi mencegah kerugian yang lebih besar.
Reporter: Asrur Rodzi
Editor: Intan Refa




