NewsTransportasi

Jalur Klemuk: Minim Penerangan, Pasir Penyelamat Mengeras

Kondisi Jalur Klemuk saat siang hari. (Foto: Asrur Rodzi)
Kondisi Jalur Klemuk saat siang hari. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Kondisi sarana dan prasarana di Jalur Klemuk masih sangat memprihatinkan. Jalur sepanjang 1,2 kilometer yang membelah kawasan hutan Perhutani ini nyaris gelap gulita saat malam hari. Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi risiko besar bagi pengendara, padahal Jalur Klemuk ini memiliki turunan sangat curam dan berkelok tajam.

Wali Kota Batu Nurochman pernah melakukan meninjau wilayah ini pasca kecelakaan lalu lintas pada Desember tahun lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia menjanjikan perbaikan segera pada aspek keamanan jalur penghubung antara Kota Batu dan Kecamatan Pujon ini agar lebih layak.

Namun, hingga H+3 Lebaran 2026, janji perbaikan tersebut belum menunjukkan realisasi yang signifikan. Tanpa penerangan dan fasilitas keselamatan yang mumpuni, pembukaan Jalur Klemuk untuk pemecah kepadatan saat lebaran bisa membahayakan para pengguna jalan.

Baca juga:

Polres Batu Kaji Jalur Klemuk Jadi Satu Arah, Urai Kepadatan

Relawan Klemuk Suliyanto mengungkapkan bahwa sejak kunjungan tersebut, fasilitas penunjang keselamatan masih belum tersentuh perbaikan. Ia menyoroti kondisi jalur penyelamat yang tumpukan pasirnya kini mulai mengeras dan butuh pembaruan agar mampu meredam laju kendaraan saat rem blong.

Menurutnya, pemeliharaan jalur darurat ini sangat mendesak dilakukan sebelum volume kendaraan meningkat tajam.

“Belum (ada perbaikan). Ini sudah berapa tahun ini saya nunggu. Mau bergerak itu ya kita pun ada Wali Kota, ada birokrasi, kan juga masih sungkan rasanya,” ujarnya di pos pantau Klemuk.

Menurutnya, para relawan sempat berpikir untuk menggalang dana dari masyarakat untuk memperbaiki jalur penyelamat secara mandiri. Hal ini mencerminkan rasa frustrasi warga lokal terhadap lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani titik rawan kecelakaan.

“Kalau enggak ngomong, sudah kita bergerak. Gak tahu jalannya kita open donasi atau gimana. Padahal pasir sebagai jalur penyelamat itu sampai saat ini sudah sangat butuh pembaruan,” tambahnya lagi.

Berdasarkan data teknis, Jalur Klemuk memiliki kemiringan yang mencapai lebih dari 20 derajat di beberapa titik. Sehingga beban pengereman kendaraan sangat berat.

Tanpa PJU yang memadai, pengendara akan kesulitan memantau kondisi jalan dan keberadaan jalur penyelamat saat kondisi darurat di malam hari. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Polres Batu dan Dinas Perhubungan yang berencana membuka jalur ini secara situasional.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button