NewsPemerintahan

HUT Kota Malang ke 112, “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, mBois Berkelas”

Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin berziarah ke makam Ki Ageng Gribig. (Foto: Heri Prasetyo)
Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin berziarah ke makam Ki Ageng Gribig. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Mengawali rangkaian peringatan HUT ke 112, jajaran Pemerintah Kota Malang berziarah dan doa bersama di Kompleks Makam Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, pada Rabu (1/4/2026) pukul 05.30 WIB.

Ziarah ini menjadi agenda tahunan peringatan Hari Jadi Kota Malang setiap 1 April. Sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan pendiri wilayah Malang.

Usai ziarah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat beserta wakilnya Ali Muthohirin langsung bertolak menuju ke Balai Kota untuk melakukan upacara HUT ke 112 Kota Malang pukul 08.30 WIB.

Baca juga:

HUT DPRD Kota Malang ke-112 Tahun, Momentum Refleksi dan Sinergi

Dalam upacara tersebut, jajaran pemerintah kota kompak mengenakan busana tradisional bernuansa kolonial dengan desain khusus. Busana ini secara resmi menjadi busana khas daerah yang memadukan perpaduan budaya lokal, sejarah, dan kolonial sebagai representasi identitas kota.

Busana khas Kota Malang yang dirancang khusus sebagai identitas kota. (Foto: Heri Prasetyo)
Busana khas Kota Malang yang dirancang khusus sebagai identitas kota. (Foto: Heri Prasetyo)

“Perjalanan panjang ini membentuk Kota Malang menjadi kota yang tangguh, adaptif dan penuh daya cipta dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Wahyu dalam sambutannya.

Ia menjelaskan tema HUT Kota Malang ke-112, “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, mBois Berkelas”. Artinya merupakan komitmen untuk menembus berbagai batas pembangunan, menuntaskan program prioritas, serta mewujudkan kota yang berdaya saing tinggi.

Wahyu juga memaparkan sejumlah capaian makro Kota Malang pada 2025. Dalam hal ini adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 85,55, angka kemiskinan 3,85 persen, tingkat pengangguran 5,69 persen, dan pertumbuhan ekonomi 5,92 persen.

Selain itu, Kota Malang meraih berbagai penghargaan di tingkat regional, nasional hingga internasional. Salah satunya pengakuan sebagai Kota Kreatif dunia kategori Media Arts dari UNESCO. Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut harus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka dan penghargaan. Tetapi dari sejauh mana kesejahteraan masyarakat benar-benar meningkat,” katanya.

Dalam upacara tersebut, Wali Kota Batu Nurochman, Bupati Malang HM Sanusi serta Wali Kota Malang Peni Suparto periode 2003-2013, mantan Wali kota Malang Sutiaji dan mantan Wali Kota Malang Suyitno tampak hadir memperingati hari bersejarah ini.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button