Hari Pertama TKA di Kota Batu: Listrik Padam, Siswa Tegang

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kota Batu, sejumlah siswa tampak terlihat tegang dan cemas. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat menerima laporan adanya siswa yang mengalami gangguan Kesehatan ringan.
Seperti kembung, mual, hingga sering buang air kecil. Menurutnya, kondisi tersebut bukan murni akibat penyakit fisik, melainkan karena tekanan mental saat menghadapi ujian.
“Tadi di lapangan ada laporan anak kembung, mencret, sering pipis. Itu lebih ke psikologis, bukan penyakit,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia mengimbau para orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi mental anak, terutama selama masa ujian. Di sini, peran keluarga sangat penting dalam menciptakan suasana yang nyaman agar siswa dapat mengerjakan ujian dengan percaya diri.
Baca juga:
Siswa SMP Kota Batu Jalani Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Alfi menekankan agar orang tua tidak memberikan tekanan berlebihan yang justru dapat menurunkan kondisi mental anak.
“Ciptakan kenyamanan di rumah, jangan menakut-nakuti anak dengan hal-hal yang membuat mereka semakin tertekan,” pesannya.
Selain aspek psikologis, orang tua juga diminta memperhatikan asupan makanan anak selama ujian berlangsung.
“Pastikan anak dalam kondisi sehat dan jangan diberi makanan yang berisiko menyebabkan gangguan pencernaan,” tambahnya.
Listrik sempat padam
Selain ketegangan yang melanda para peserta TKA, pelaksanaan ujian juga sempat diwarnai insiden pemadaman listrik di MTs Hasyim Asy’ari Batu. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, tepat saat siswa memasuki sesi ujian kuarter kedua.
Pemadaman listrik mendadak ini sempat memicu kepanikan di kalangan siswa dan guru. Kepala sekolah Kostradi Mudzakir menyebut gangguan berlangsung sekitar 10 menit sebelum listrik kembali normal.
“Sempat terganggu sekitar 10 menitan, tapi alhamdulillah tetap kondusif dan ujian bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Menurutnya, pihak sekolah sempat mengupayakan penggunaan genset sebagai sumber listrik cadangan. Namun, daya yang tersedia tidak mencukupi untuk mendukung seluruh kebutuhan ujian berbasis komputer.
Diduga ada gangguan pada trafo listrik di sekitar sekolah yang mengalami kerusakan. Dampaknya, sejumlah wilayah di sekitar lokasi juga turut mengalami pemadaman.
Meski hal ini sempat mengurangi waktu pengerjaan soal, pihak sekolah memastikan siswa tetap dapat menyesuaikan diri. Selain itu, sistem ujian tidak mengharuskan login ulang, sehingga peserta tidak kehilangan banyak waktu untuk melanjutkan pengerjaan.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat menyebut insiden tersebut sebagai force majeure atau kejadian di luar kendali teknis.
“Tadi pagi memang ada laporan gardu listrik meletus. Ini bagian dari force majeure, tapi sudah kami antisipasi dengan menyiapkan genset,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila gangguan berdampak signifikan terhadap durasi ujian, pihaknya telah menyiapkan skema ujian susulan. Sebelum pelaksanaan TKA berlangsung, pihakya telah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan tidak ada pemadaman terencana selama periode ujian berlangsung.
“Di beberapa sekolah pinggiran sudah kami cek, suplai listrik dan jaringan aman. Kami ingin semua siswa, baik di pusat kota maupun wilayah pinggiran, bisa mengikuti ujian dengan nyaman,” tutupnya.
Editor: Intan Refa




