NewsPemerintahan

Disporapar Kota Malang: Becak Listrik Masih Uji Coba, Tunggu Regulasi

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Malang Baihaqi. (Foto: Heri Prasetyo)
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Malang Baihaqi. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Regulasi terkait operasional becak listrik untuk menunjang sektor pariwisata masih proses penyusunan saat ini. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Malang Baihaqi mengatakan layanan becak listrik yang beroperasi masih dalam tahap uji coba.

“Karena ini masih tahap uji coba, kami menunggu regulasi selesai. Setelah itu, baru kita aktifkan secara formal, ya antara Maret,” ujarnya, Jumat (22/2/2026).

Rencananya, becak listrik nantinya akan melayani rute wisata yang sama seperti becak konvensional. Rutenya meliputi Jalan Besar Ijen, Jalan Kawi, Pasar Besar, Klenteng, Kayutangan hingga Alun-alun Merdeka.

Baca juga:

Pemkot Malang Bakal Susun Regulasi Tarif Becak Listrik

Baihaqi mengklaim telah mengomunikasikan gagasan ini dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan. Jika regulasi telah rampung, hotel dan travel agent akan langsung menghubungi paguyuban becak listrik ketika ada grup wisatawan.

“Jalur sudah disiapkan. Kalau ada tamu wisatawan asing datang, hotel atau travel agent bisa langsung menghubungi paguyuban,” jelas Baihaqi.

Di samping itu, paguyuban khusus becak listrik juga belum terbentuk. Dari 200 unit becak listrik yang dibagikan sebelumnya, hanya 24 unit yang dialokasikan untuk pelayanan wisata.

Sisanya yaitu 176 unit, diperuntukkan bagi masyarakat umum yang selama ini melayani penumpang harian seperti ke pasar atau antar sekolah.

“Bukan hanya untuk wisata, tapi juga untuk pelayanan masyarakat umum,” tegasnya.

Ia yakin becak listrik ini selain ramah lingkungan, aspek keselamatan pun lebih terjamin. Bahkan, rencananya Dinas Komunikasi dan Informatika akan mengembangkan aplikasi pemesanan dan koordinasi pangkalan bagi penarik becak listrik yang mayoritas lansia ini.

“Nanti akan ditentukan pangkalannya. Jika ada grup wisata datang, tinggal menyesuaikan pangkalan terdekat,” tambah Baihaqi.

Reporter: Heri Prasetyo

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button